Agama mengajarkan pentingnya persahabatan, sehingga muncul ajaran Satya Mitra, setia pada sahabat. Istilah lain yang muncul adalah Mitradrohaka artinya menghianati teman, mendurhakai teman.
Berbagai cerita tentang pentingnya memilih sahabat kita temui di dalam khasanah Cerita Tantri. kesalahan memilih sahabat dapat menyebabkan kesengsaraan demikian pula sebaliknya. Maha karya Mahabharata dan Ramayana juga mengisahkan orang-orang setia dan juga orang-orang yang durhaka pada sahabat. Pertempuran terjadi di antara mereka.
Metri atau Maitri adalah salah satu ajaran susila yang penting. Metri merupakan bagian dari apa yang disebut Brahmawihara, terdiri atas Metri, Karuna, Mudita dan Upeksa. Keempatnya disebut juga Catur Paramita. Bila disatukan dengan Sad Paramita (enam paramita : Dana, Ksanti, Wirya, Dhyana dan Prajna) menjadi Dasa Paramita, landasan susila dalam agama Buddha.
Metri dalam kamus diberi arti kebajikan dan persahabatan. Para wiku memberi makna pikiran yang senantiasa membuat kerahayuan seluruh masyarakat (Buddhi Gumawe kahayuan ing rat kabeh). Sementara itu Karuna adalah perasaan yang berduka bila melihat orang menderita, Mudita adalah perasaan suka bila melihat orang lain bersuka hati, Upeksa adalah pikiran yang senantiasa suci, tidak tergantung pada hasil kerja jelaslah bahwa pemaknaan pada Catur Paramita lebih pada hubungan persahabatan.
Metri sebagai bagian dari Dasa Paramita menjadi penting posisinya. Karena Sat Paramita juga berhubungan dengan nilai-nilai susila dalam kaitannya dengan persahabatan. Dhyana Paramita misalnya diberi makna pikiran yang memanunggalkan diri dengan segala makhluk yang ada, karena segala yang ada sesungguhnya menyatu. Itulah sebabnya parut mengembangkan sifat kasih kepada semua, kepada binatang rendah sekalipun.
Metri menjadi nilai utama dalam membangun persahabatan (mitra). manusia tidak mungkin hidup tanpa persahabatan. Dan persahabatan itu perlu dijaga dengan Metri, dengan nilai-nilai kebajikan dan kebijaksanaan, dengan nilai-nilai kasih sayang. Dimasa kini dan masa datang kiranya perlu lebih ditanamkan dan diakarkan nilai-nilai kesusilaan, khususnya ajaran Brahmawihara, dimana metri merupakan salah satu bagiannya. Dengan demikian masyarakat tumbuh atas nilai-nilai kebajikan dan kebenaran, bukan atas nilai-nilai kesombongan, keculasan atau keangkaramurkaan.
Metri adalah ajaran kesusilaan yang akan membentuk sifat-sifat yang luhur. Dan sifat-sifat yang luhur juga disebut sahabat (mitra) paling utama (norana mitra meng manglwihane wara guna maruhu).
Oleh: Ki Nirdon
Source: Warta Hindu Dharma NO. 517 Januari 2010