"Neraka" Menurut Garuda Purana

Ketika seseorang meninggal dunia utusan Dewa Yama sebagai yamadhuta dengan wajah yang menyeramkan, menakutkan dan sekaligus penuh wibawa akan datang menjemput roh orang yang meninggal tersebut untuk dibawa menghadap Dewa Yama. Segera setelah dibacakan catatan Sang Hyang Suratma, Dewa Yama mengambil keputusan roh orang tersebut mendapat sorga atau neraka. Apabila diputuskan mendapat neraka, maka Ia akan dibawa ke neraka untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya semasa hidup. Setelah dianggap cukup mendapat hukuman di neraka, ia akan lahir kembali dengan membawa karma-wesana (bekas-bekas perbuatannya) masa lalu.

Untuk menampung roh yang berdosa, menurut Garuda Purana telah disiapkan berbagai jenis neraka sesuai dengan klasifikasi dosa-dosa yang telah dilakukan sebagai berikut:

1. Nereka Rourova adalah tempat yang disediakan untuk mereka yang senantiasa berbohong dan memberikan kesaksian palsu. Keadaan yang terdapat pada neraka rourava adalah : wilayahnya panjang dan luas, penuh dengan lubang-lubang besar, yang didalamnya terdapat batu bara yang menyala. Pertama-tama pendosa tersebut akan dilepaskan dari salah satu ujung neraka itu, kemudian disuruh berjalan menuju ujung yang lainnya, dalam perjalanan ini tentu saja akan terperosok kedalam lubang yang panas dan sangat menyiksa, jika telah sampai berhasil mencapai ujung neraka tersebut maka ia dapat, keluar dari neraka rourava dan jika masih memiliki dosa yang lainnya ia juga akan melanjutkan pergi ke neraka lainnya.

2. Neraka Maharourava adalah neraka yang penuh dengan pasir yang membara. Nyala api pada pasir demikian hebatnya sehingga akan menyakitkan mata sang pendosa. Tangan dan kaki orang itu diikat lalu ia dimasukkan kedalam neraka. Ia akan terbakar ditambah lagi dengan adanya burung gagak yang sangat ganas yang datang menggigit dan memakan daging yang terbakar, dan setelah beberapa lama ia akan dibebaskan menuju neraka lainnya sesuai dengan dosa yang dilakukan.

3. Neraka Atisita adalah neraka yang sangat dingin disana tiada ada cahaya, dan yang ada hanyalah kegelapan. Satu-satunya kehangatan yang bisa didapat adalah dengan cara merapatkan tubuh dengan sesama pendosa lainnya. Ada bagai dingin yang menyebabkan kulit menjadi mengeras. Perut selalu merasa lapar dan tidak ada makanan yang bisa dimakan untuk menahan rasa lapar tersebut.

4. Neraka Nirkrintana adalah neraka yang agak berbeda dengan neraka sebelumnya. Tubuh pendosa akan diikat pada sebuah tiang dan dagingnya disayat-sayat dengan senjata cakra yang tajam. Mula-mula disayat dibagian kaki kemudian bagian tubuh hingga kepala dan demikian berulang-ulang. Tidak pernah ada kematian dengan keadaan yang demikian, sebab begitu sayatan terakhir berakhir maka dagingnya akan menyatu lagi, demikian seterusnya. Ia akan merasakan sangat kesakitan yang menyiksa hingga seribu tahun lamanya sebelum ia dibebaskan menuju neraka lainnya.

5. Neraka Apratistha adalah sebuah tempat yang membuat para pendosa seperti kincir angin diputar sehingga sampai mengeluarkan darah dan isi perut dari mulutnya.

6. Neraka Asipatravana adalah ujung neraka ini sangat panas, wilayahnya sangat luas dan di tengahnya tumbuh pohon yang sangat besar. Para pendosa akan dilepas dari ujung nereka ini dan akan berebut menuju pohon yang ada di tengah-tengah tersebut dengan sangat kepanasan. Dibawah pohon tersebut sangat sejuk namun pohon tersebut memiliki daun yang sangat tajam seperti pedang, tubuh akan tersayat-sayat oleh daun yang tajam seperti pedang untuk sampai ditengah-tengah, juga terdapat anjing-anjing yang sangat buas akan memakan daging yang tersayat tersebut.

7. Neraka Taptakumbha adalah neraka yang memiliki sebuah wajan (kumbha) besar yang panas. Wajan ini penuh dengan minyak yang mendidih. Roh yang berdosa akan digantung dan dipanggang diatas wajan yang mendidih tersebut. Ketika ada bagian tubuh yang tergoreng dan nampak dipermukaan maka akan datang binatang buas yang memakannya.

Demikianlah gambaran neraka itu sangat menakutkan, barangkali satu hari di neraka terasa seratus tahun dibumi, bahkan mungkin jutaan tahun di bumi. Penghukuman yang dilakukan di neraka akan sangat adil sesuai dengan catatan Sang Hyang Suratma sebagai juru tulis (sekretaris) dari para Dewa. Ketika hukuman telah semua dilalui ia akan dilahirkan kembali. Sebagai apa ia dilahirkan, akan ditentukan oleh karmanya terdahulu. Semakin besar dosa yang dilakukan terdahulu maka semakin rendah-derajat kelahirannya yang akan datang.

Source: I Wayan Ritiaksa, M.Ag l Warta Hindu Dharma NO. 472 Mei 2006