Setiap jiwa mengandung daya keillahian.Tujuannya ialah untuk memperlihatkan keillahian yang ada di dalam batin kita,dengan jalan mengontrol sifat-sifat kita, jasmaniah dan batiniah. Praktekkanlah ini melalui kerja, atau bakti, atau latihan-latihan batin, mempelajari filsafat-filsafat, dengan jalan satu, atau lebih dari praktek-praktek tersebut di atas-dan capailah kebebasan. Ini adalah keseluruhan dari agama. Doktrin atau dogma,atau upacara-upacara, buku-buku, tempat-tempat pemujaan, bentuk-bentuk lainnya, hanyalah soal-soal detail dan mengambil tempat nomor dua.
Tujuan terakhir dari segenap umat manusia, maksud dan tujuan dari semua agama, hanyalah satu-Bersatu kembali kedalam Tuhan,atau dalam istilah yang sama, bersatu kembali dengan Keillahian yang merupakan sifat sejati dari manusia itu sendiri. Tetapi kalau tujuannya adalah satu maka jalan-jalannya dapat ditempuh dengan berbagai cara, tergantung dari tabiat manusia masing-masing.
Baik tujuan maupun cara-cara yang ditempuh untuk mencapai itu dinamakan Yoga perkataan ini berasal dari rumpun yang sama dalam bahasa Sanskerta seperti kata"yofce"dalam bahasa Inggeris, dan artinya "mempersatukan", mempersatukan diri kita dengan sifat-sifat kesejatian kita yaitu Tuhan. Yoga ada beberapa macam,dan yang paling penting adalah Krama Yoga, Bakti Yoga, Raja Yoga, dan Jnana Yoga.
Kalau tiap-tiap ilmu pengetahuan memiliki cara-cara tersendiri, maka demikian halnya dengan tiap agama. Cara-cara untuk mencapai tujuan agama, kita namakan Yoga, sedangkan berbagai sistim dari Yoga yang diajarkan, disesuaikan selaras dengan berbagai sifat-sifat dan tabiat manusia. Kami bagi sebagai berikut, dibawah empat golongan:
1. Karma-Yoga - Cara dengan mana manusia menyadari keillahiannya Sendiri,melalui kerja atau kewajiban.
2. Bhakti- Yoga - Realisasi Keillahiannya melalui kebaktian,cinta kepada Tuhan,(Personal God).
3. Raja-Yoga - Realisasi Keillahiannya melalui pengontrolan pikiran (meditasi).
4. ]nana-Yoga - Realisasi Keillahiannya orang itu sendiri dengan melalui Pengetahuan atau kebijaksanan (jnana).
Inilah jalan-jalan yang menuju kepada pusat yang sama Tuhan. Masing-masing dari Yoga-yoga tak cocok untuk membikin manusia sempurna, bahkan tanpa bantuan-bantuan cara lain, oleh karena mereka semua mempunyai tujuan yang sama. Sistim-sistim Yoga melalui kerja, kebijaksanaan, dan kebaktian semua dapat dipakai sebagai cara-cara yang langsung dan tersendiri, guna mencapai Moksha (Kebebasan).
Dasar dari segala yoga ialah ketidak-ikatan. Orang yang melepaskan diri dari keinginan napsu untuk tinggal dirumah-rumah, melepaskan keinginan berpakaian bagus, makan makanan enak, dan pergi ke gurun pasir, boleh jadi merupakan orang yang paling terikat. Apa yang ada padanya, tubuhnya sendiri, mungkin merupakan satu-satunya ikatan yang paling hebat baginya; dan hidupnya hanya sekedar berjuang untuk kepentingan badannya saja.
Vairagya atau pelepasan napsu merupakan titik yang penting dalam semua bentuk Yoga. Seorang Karmi (pekerja) melepaskan buah-buah dari hasil kerjanya. Seorang Bhakta (yang berbakti) melepaskan segala ikatan cinta keluarganya,demi cinta yang maha kuasa dan semesta. Seorang Yogi (Raja-Yoga) melepaskan pengalahkan pengalaman-pengalamannya oleh karena filsafahnya adalah bahwa Alam seluruhnya ini, sekalipun untuk pengalaman jiwanya, akhirnya akan menyakinkan kepadanya, bahwa ini bukan di dalam alam, tetapi berdiri kekal terpisah dari Alam. Seorang jnani (filusuf) melepaskan segala sesuatunya, oleh karena falsafahnya adalah bahwa Alam itu tidak pernah ada, baik dimasa yang silam, maupun saat ini, pun tidak di waktu yang akan datang.
Kita mengakui bahwa jalan satu-satunya ke arah pengetahuan hanya dengan konsentrasi dari tenaga pikiran. Dalam ilmu pengetahuan lahir, konsentrasi pikiran adalah dipusatkan pada sesuatu yang bersifat lahir; sedang dalam ilmu pengetahuan batin adalah menarik pemusatan itu kepada pribadinya sendiri. Ini kita namakan konsentrasi pikiran,atau Yoga.
Para yogi mengatakan banyak yang diketahuinya. Mereka mengatakan bahwa melalui konsentrasi pikiran setiap kebenaran di alam semesta dapat diketahui jelas-jelas baik kebenaran lahir maupun kebenaran batin.
Para yogi mengatakan dari semua tenaga yang berada dalam tubuh manusia, yang tertinggi adalah apa yang mereka namakan Ojas. Ojas itu tersimpan dalam otak, dan semakin banyak Ojas dalam otak seseorang, semakin kuat ia, semakin cerdas dan semakin kuat batinnya. Ada orang yang bagus bahasanya dan baik intelleknya tetapi ia tidak meninggalkan kesan pada orang banyak; seorang lainnya lagi tidak bagus bahasanya pun tidak tersusun baik intelleknya namun kata-katanya manis. Setiap gerak dari padanya adalah kuat. Inilah kekuatan dari Ojas.
Segala tenaga yang bekerja dalam tubuh pada tarap yang tertinggi akan menjadi Ojas. Saudara hendaknya ingat bahwa itu hanyalah soal transformasi. Kekuatan yang sama yang bekerja di luar sebagai aliran listrik atau magnetisme akan berubah menjadi kekuatan batin; kekuatan-kekuatan yang sama yang bekerja sebagai kekuatan otot-otot kita, akan berubah menjadi Ojas. Para Yogi mengatakan bahwa bagian dari tenaga manusia yang dinyatakan sebagai tenaga kelamin, napsu-napsu pikiran berkelamin, bilamana dikekang dan dikuasai, akan mudah berubah menjadi Ojas. Dan oleh karena Muladhara chakra (ke-enam pusat-pusat psychis yang terendah) mengatur bagian ini maka perhatian khusus dicurahkan oleh para Yogi pada; pusat ini. Ia mencoba mengambil semua kekuatan seks itu dan merombaknya menjadi Ojas, hanya orang-orang pria dan wanita yang hidupnya suci yang mampu mempertinggi tenaga Ojasnya dan menyimpannya di dalam otak; itulah sebabnya maka kesucian selalu dianggap sebagai kebaikan yang tertinggi. Orang akan merasa bilaman hidupnya kotor, daya batinnya akan menjadi luntur dan ia kehilangan kekuatan mental dan ketabahan moril. Itulah sebabnya, maka disegala bidang-bidang Keagaman dalam dunia yang telah menciptakan para Arif-Bijaksana, anda akan menjiimpai syarat kesucian adalah unsur yang mutlak. Itulah sebabnya lahirlah rahib-rahib dan mereka menjauhkan diri dari perkawinan. Harus ada kemurnian yang sempurna dalam pikiran kata-kata dan perbuatan; tanpa ini, mempraktekkan pelajaran Raja-Yoga akan berbahaya dan bisa membikin orang menjadi gila.
Kegunaan dari ilmu pengetahuan ini ialah untuk melahirkan manusia sempurna, dan tidak membiarkan dia menunggu berabad-abad hanya sekedar sebagai bola mainan ditangan dunia lahir bagaikan sebalok kayu yang terhanyut dalam gelombang, dan terapung-apung dalam samudera. Ilmu pengetahuan ini (Raja-Yoga )membuat anda kuat, menyingsingkan lengan baju dan bekerja dan tidak menyerahkan hidupnya kepada sang takdir alam tetapi melintasi keluar dari hidup yang sempit ini. Itulah cita-citanya yang agung.
Segala sesuatunya yang bersifat rahasia dan ganjil dalam sistim-sistim pelajaran Yoga harus ditolak dengan segera. Petunjuk yang terbaik dalam penghidupan adalah kekuatan. Dalam agama, seperti halnya dalam masalah-masalah lain, jaukanlah sesuatunya yang melemahkan anda; jangan merasa tertarik kepada itu. Pelajaran-pelajaran ilmu gaib memperlemah otak manusia. Hampir-hampir menghancurkan Yoga-yang terbesar diantara ilmu-ilmu pengetahuan dalam dunia ini.
Source: Vivekananda l Warta Hindu Dharma NO. 533 Mei 2011