Ayodnya adalah istana yang luar biasa, demikian pengarang kakawin Ramayana menjelaskan. Apa yang menjadi keluarbiasaan dari istana raja Dasaratha itu?. Inilah sebuah istana yang dinyatakan mengalahkan kemegahan sorga. Segala benda berharga seperti emas dan mutu manikam ada di sana. "Ada rumah emas manikam dikelilingi taman yang indah, dipenuhi para gadis bagaikan bidadari di gunung Mahameru. Permata putih begitu banyak, bersinar di balai anjungan, bagaikan sungai Gangga yang mengalir dari gunung Himalaya, tampak bersinar cemerlang indah sekali".
Namun itu baru keindahan fisik. Ada yang lebih penting dijelaskan di sini. Sang raja Dasaratha yang menempati istana ini adalah seorang raja yang sangat bijaksana dan pandai dalam ilmu kepemimpinan. Beliau menguasai kitab suci Weda, bakti kepada para Dewa, tidak pernah melupakan pemujaan kepada para leluhur, dan beku sangat sayang kepada keluarganya semua. Sang raja adalah pemimpin yang telah dapat menaklukkan musuh-musuh yang ada dalam dirinya. Beliau juga seorang dermawan, yang begitu adil memberikan sedekah baik kepada fakir miskin, orang-orang cacat, terlebih lagi kepada para pendeta. Beliau adalah orang yang sangat jujur, bahasanya sangat lembut dan menawan hati.
Itulah lukisan istana seorang raja yang bijaksana, seorang raja yang memiliki fikiran suci bagaikan bulan, yang senantiasa memperhatikan kepentingan masyarakat, dan senantiasa menyebabkan senangnya dunia. Beliau tidak pernah lupa memuja Siwa, oleh karena itu beliau diumpamakan sebagai api di dalam tungku pemujaan yang menyala membuat, senangnya dunia.
Di tempat inilah lahirnya Sri Rama, Awatara Wisnu yang akan menyelamatkan dunia dari keangkaramurkaan. Sri Rama sejak kecil telah diajarkan Wedastra, atau ilmu panah-memanah. Jadi sejak kecil putra-putra Sang Dasaratha telah dilatih mengolah fikiran, memiliki ketajaman fikiran, sekaligus menghadapi musuh-musuh kerajaan.
Sebagaimana kita ketahui Sri Rama adalah sumber ajaran kepemimpinan, yang meneruskan ajaran itu kepada Sang Bharata adiknya, dan Sang Wibhisana sekutunya. Apa yang dikenal dengan ajaran asta brata, adalah ajaran Sri Rama, ajaran kepemimpinan yang tetap relevan pada setiap jaman.
Jadi istana memang dibuat begitu indah, yang akan semakin indah bila ditempati juga oleh para pemimpin yang memiliki fikiran-fikiran mulia. Suatu kali Sri Rama menyatakan, "Seorang raja tidak patut mengutamakan emas, karena emas itu hanya menjadi hiasan di balai sidang, tetapi jika kearifan itu senantiasa dijadikan kawan, dia akan menyebabkan wajah ceria dan tidak pernah berpisah kemanapun pergi". Sebelumnya Sri Rama menyatakan. "Istana seorang raja adalah prilaku yang senantiasa mensejahtiakan rakyat, pikiran yang senantiasa teguh adalah balai-balainya yang kuat, Sikap tanggap adalah tiangnya yang kukuh, sedangkan kasih sayang adalah sendinya.
Keikhlasan mengayomi negara adalah permadaninya, dan budi luhur adalah ukiran berbentuk naga yang ada di atas tempat duduk sang raja. Demikianlah istana yang sungguh-sungguh disebut sebagai istana luar biasa (Pura Atisaya). Ayodhya yang begitu indah, sebuah istana luar biasa, karena Sang pemimpin yang menempatinya telah dapat menjadikan dirinya sebagai istana yang luar biasa pula.
Oleh: Ki Nirdon
Source: Warta Hindu Dharma NO. 536 Agustus 2011