Siwa Mahadewa Dewa Yang Agung

Siwa adalah Dewa yang agung, Mahadewa. Dia adalah Cahaya Tuhan yang abadi yang meresap ke dalam mahluk hidup. Mahadewa dikenal sebagai Penakluk Kematian, Mrtyunjaya. Dewa yang Agung adalah sumber hidup abadi. Mahadewa berinkarnasi dalam perwujudan dan ada di lintasan perjalanan hidup setiap mahluk. Mahadewa tidak termanifestasikan dalam perwujudan universalnya melainkan dalam setiap tubuh perseorangan baik pada manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Di setiap tingkatan manifestasi sifat ketuhanan dan keabadian dari Dewa Yang Agung itu terbukti. Mahadewa hadir sebagai sebab utama dari eksistensi/keberadaan dan kekuatan rahasia yang disebut Hidup atau prana.

Mahadewa disebut Rudra dan Siva di dalam tradisi India. Mahadewa digambarkan dengan Agni ataupun sebaliknya. Agni disebut memiliki dua aspek yakni Rudra didalam wujudnya yang mengerikan dan Siva dalam wujudnya yang memberikan ketenangan. Agni disebut Dewa Abadi (Amritadeva). Para pemikir Veda mengungkapkan konsep mereka tentang Dewa Yang Agung dalam tiga rumusan: pertama, Agni adalah Rudra kedua, Agni adalah sumber keabadian dari semua mahluk fana, ketiga, Agni adalah sumber hidup yang disebut Prana yang ada di dalam tubuh fana Sebagai contoh, disebut di dalam Rig veda : "Oh Agni, Engkaulah Rudra" didalam Satapatha Brahmana disebut " Rudra adalah sama dengan Agni", dai di dalam Taittiriya brahmana "bahwa Agni adalah Rudra".

Identifikasi Rudra-Siva dengan Agni adalah dasar prinsip keberadaan alam semesta menurut Veda. Agni terbentuk sebagai dewa utama yang pada dirinya semua dewa melekat menjadi satu pribadi. Agni dipahami sebagai pranagni, sumber hidup atau kesadaran yang meliputi manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Agni adalah juga api kasat mata yang dihasilkan dari minyak ataupun getah kayu pada altar persembahan, namun itu hanyalah sebagai sebuah simbol. Sebagaimana api yang tersembunyi dalam minyak dan kayu dapur demikianlah misteri api dalam hidup yang bersthana di dalam tubuh. Api itulah yang benar-benar baik untuk persembahan kepada Tuhan, Yajnasya Dedam; dia terwujud bagi kesempurnaan persembahan yang tertuju kepada Tuhan.

Dimanapun keberadaan Agni, dewa-dewa yang lain datang bersekutu. Ini adalah fenomena bahwa kita menyaksikan dalam hidup sehubungan dengan persoalan dasar-dasar kehidupan. Dimana kekuatan misteri ilahi dari Hidup ini, semua kekuatan hidup lainnya yang dikenal sebagai dewa-dewa haruslah ada. Para pendeta kuno menjadikan Agni sebagai simbol dan dasar dari rumusan metafisika mereka. Agni yang abadi telah meresap ke dalam mahluk fana, dan demikianlah kekuatan penakluk kematian Rudra-Siva sebagai Mrityunjaya berimplementasi dalam seluruh tradisi Indir.

Arti Istimewa Mahadewa. Konsep Siwa seharusnya tetap ditelusuri detngan tujuan agar dapat memahami mitologi yang berkembang dari kumpulan nama dan bentuknva. Agni dalam berbagai versi menjadi kekuatan utama, kekuatan pertama yang menginisiasi kesadaran dan generasi. Oleh karena itulah ia disebut Agri, yang terutama, yang menurut etimologi esoteris menjadi Agni. Bagaimanpun para ahli pastilah menjabarkan kata ini, secara khusus kata Agni dirumuskan menjadi cukup berarti sebagai hal yang menunjukkan dan menuntun kita kepada sifat asal Agni sebagai penyebab pertama dari segala mahluk.

Pencipta Utama yang dikenal sebagai Prajapati adalah dirinya sendri yang terbentuk sebagai Agni yang padanya dibangun altar perapian. Alam semesta merupakan altar perapian dan tubuh manusia juga berhubungan dengan alam semesta sebagai altar di mana api kehidupan menyala dan tetap teus menyala sepanjang waktu keberadan-nya tersebutkan.

Agni adalah dua sisi, yakni panas dingin, yang terdahulu adalah yang meleburkan dan yang kemudian adalah yang mengalirkan kebaikan; jadi Dewa Siwa yang berwujud menakutkan atau Bhairava, penuh kengerian dan meleburkan setiap kesatuan; namun dalam wujud ini Siva memberikan ketenangan dan keberkelanjutan proses kehidupan. Dalam aspeknya yang terdahulu Agni menjadi penghancur dalam korban dan berkelana dengan sebuah mangkuk pengemis pada tangannya, meminta-minta makanan.

Arti Wujud Bhairava dalam Rudra-Agni. Penguasa Hidup yang selalu menginginkan makanan. Apabila makanan diberikan Agni menjadi tenang; tanpa makanan Agni menjadi monster yang menakutkan yang siap melahap setiap tubuh yang sudah tidak menjadi sthana. Ini adalah kebenaran yang jelas yang terbukti dalam stiap tubuh atau wujud kediaman fisik Agni.

Agni tanpa makanan atau minyak akhirnya menjadi padam dan abu hitam (bhasma), tetapi apabial Agni diberikan makanan sedap hari atu persembahan yang setara menjadi nyala api hidup yang bercahaya. Makanan itu disebut Soma dan Soma merupakan wanita atau kekuatan ibu dimana Agni merupakan laki-laki atau kekuatan Ayah. Ketika Agni terpuaskan oleh Soma demikianlah sebenarnya runutan Yajna. Di dalam mitologi Rudra-Siva, konsep ini tergambar Ardhanarisvara, unsur setengah laki-laki dan setengah wanita pada Siva, atau bentuk Siva-Parvati dalam ikonografi.

Siva disebut sebagai Dewa di Kailasa. Para Ahli Antropologi mengatakan bahwa Siva adalah Dewa Gunung. Mengingat asalnya, pengertian ini mungkin sebagian benar, namun di dalam Rig Veda, Rudra disebut ayah para Marut; bala tentara marut dikatakan sebagai putra-putra Rudra (Rudriyah). mereka juga dihubungkan dengan Indra yang menunjukkan sebuah kesatuan dari Rudra dan Indra, keduanya adalah perwujudan api yang dipahami identik. Di dalam Rig Veda Indra adalah Penari Agung sebagaimana Siva yang adalah Nataraja di dalam Purana.

Siva adalah dewa yang mengawali pikiran. Di dalam tradisi Yoga, Siva adalah Dewa dari teratai yang berkelopak seribu yang berada di dalam pikiran. Indra juga di satu sisi disebut manasvan, yaitu dewa pikiran.

Indra tetap bertentangan dengan naga Vritra-Ahi dan Siva dikaitkan dengan lilitan ular pada tubuhnya. Indra disebut Kerbau Agung, Vrishabha, pemanah yang menyebarkan benih ke seluruh bagian alam semesta unuk membuahi keberadaan keibuan; kerbau yang sama tergambar pada Kama-deva yang ditaklukkan oleh Siva dan dijadikan panglima pasukan (bala tentara gana). kerbau nandi yang mempakan Kama-deva mencerminkan prinsip ananda atau kebahagiaan yang adalah sumber segala ciptaan.

Racun pada kerongkongan Siva mewakili kekuatan kematian yang termasuk dalam tingkatan bentuk fisik. Energi prana menyatu dalam bentuk fisik menjadi berwarna hitam oleh kematian dan menjadi mangsa pengurai. Kerongkongan adalah simbol akasa atau ruang yang tak terbatas dimana racun diperkenankan berdiam di sana tanpa mempengaruhi tubuh fana.

Adalah dewa bulan pada dahi Siwa dan juga Gangga, sungai pada rambutya yang tergulung. Bulan melambangkan kekuatan intelegensi dan kesadaran yang lebih tinggi, sejenis cahaya murni yang menjadikan yang tertinggi satu dewa yang terutama turun kepada tingkatan manifestasi materialnya.

Gangga adalah Sungai Kehidupan, banjir hebat yang turun dari Nirwana yang kekal kepada kefanaan Bumi. Rambut Siva yag terggelung mewakili dunia atau ciptaan dalam berbagai kualitas dan bentuknya yang tak terhingga. Rambut-rambut yan tergelung begitu lebat dan rum: sebagaimana aneka persoalan dunia Sungai kehidupan mengaliri setiap pojok dan ciptaan duniawi. Ada banjir energi prana yang tetap terselebung sampai dilepaskan oleh kemurahan Siwa dan sebagai hasil kekuatan tapa yang dijalankan oleh umat manusia. Sungai itu bernama Gangga yang berasal dari kekuatan gerakannya, atau aliran yang tiada henti dari awal hingga akhir masa bagikan arus hebat yang memuaskan segenap tubuh ataupur bentuk materi yang ada oleh airnya.

Senjata Siwa, trisula, adalah simbol pola tiga bentuk ciptaan. Trisula diidentikkan dengan senjata Indra, wajra, yang memurnikan setiap obyek atau ciptaan yang keberadaanya bertentangan. Tiga pucuk tajam pada senjata yang sangat ampuh ini terkait dengan tiga guna atau tiga kekuatan yang memberikan alam semesta pada eksistensinya dan'juga menghentikan ketika terjadi kekacauan.

Ciptaan dikatakan berhubungan dengan sakti yang agung atau energi yang luar biasa dari Siwa. Sekalian alam semesta diciptakan oleh sakti Siwa. Energi ini bagaikan samudra yang memenuhi segenap ruang. Sakti adalah dewi penguasa mandala atau lingkaran dimana Siwa menari adalah penarinya Siwa sebagai penari menampilki. kehebatan tandawanya. Gerak-gerik tari menghadirkan ayunan sakti atau energi. Pada dua sisi dalam Brahmasutra atau garis tengah dari atas kebawah, gerak-gerak ritmis adalah langkah dalam tarian tersebut. Gerak memutar yang dalam ini dapat dilihat di jagat raya sebagai kekuatan hebat yang terlihat pada getaran matahari dan putaran yang maha kuat pada rasi bintang serta komet.

Oleh: Vasudewa S. Agrawala
Diterjemahkan dari artikel Siva Mahadewa, The Great God
Source: Warta Hindu Dharma NO. 525 September 2010