
(Acara Dharma Santi di Lombok Barat)
Lombok Barat - Perayaan Hari Raya Nyepi 1938 telah berlalu. Sebagai salah satu rangkaian Nyepi, jajaran PNS Hindu yang tergabung dalam Banjar Dharma Praja di Kabupaten Lobar menggelar acara Dharma Santih di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Senin (28/3) kemarin.
Acara yang dihadiri oleh hampir seribu umat Hindu baik dari kalangan PNS dan masyarakat umum di Lobar itu berjalan cukup meriah serta puluhan tokoh lintas agama Lobar. Selain menampilkan acara ceremonial, Dharma Santih itu juga dimeriahkan dengan berbagai acara kesenian khas Bali seperti tari-tarian, seperti tari topeng, hingga pembacaan sloka oleh pemenang Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Lobar.
Plt Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid yang hadir secara langsung dalam acara Dharma Santih mengapresiasi acara Dharma Santih yang digelar oleh umat Hindu tersebut. Menurut dia, jika dalam ajaran Islam, Dharma Santih itu sama dengan Halal Bihalal. “Pada dasarnya sama, jadi disini bisa kita melihat bahwa tidak ada persatuan tanpa adanya keberagaman atau perbedaan,” katanya.
Fauzan juga menyatakan, bahwa di Kabupaten Lobar kehidupan masyarakatnya sangat pluralis. Artinya, hampir semua suku dan agama ada di Lobar, mulai dari Islam, Hindu, Budha, Kriten maupun Protestan. Begitu juga suku, mulai dari Sasak, Bali, Jawa, Mbojo, Samawa dan yang lainnya ada.
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Lobar itu juga berharap, keberadaan umat Hindu di Lobar dan di Pemkab Lobar secara khusus diharapkan bisa memberi warna tersendiri. Tak hanya itu, dengan kemampuan yang dimiliki masyarakat Hindu, juga diharapkan bisa memberi motivasi dalam upaya membangun daerah maupun Negara. “Kami berharap agara umat Hindu memberi motivasi yang baik bagi daerah dan bangsa,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santih Banjar Dharma Praja Kabupaten Lobar, I Made Artha Dana dalam laporan singkatnya menyatakan, tema yang diusung dalam kegiatan Dharma Santih itu sendiri adalah ‘Ayo berprestasi dalam keragaman sebagai perekat persatuan’. “Daalam kesempatan ini, kami juga berkomitmen untuk bersama-sama selalu menjaga keharmonisan di Kabupaten Lobar ini,” ujarnya singkat.
Dalam acara Dharma Santih itu pula, tokoh Hindu asal Jawa Dr. Miswanto dalam Dharma Wacananya menyerukan tentang indahnya persatuan itu. “Tujuan kita sama, yakni untuk memajukan Negara dan Lobar ini secara khusus. Kami berharap tidak ada yang mempermasalahkan suku, ras dan agama. Jangan saling hina satu sama lain,” serunya.
Dr. Miswanto dalam kesempatan itu juga mengutip beberapa sloka dari Kitab Suci Wedha yang mengedepankan tentang persatuan itu. Tak hanya itu, dia juga member contoh tentang banyaknya kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama. Menurut dia, itu hanya dipolitisir oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia ini aman. “Musuh kita yang sebenarnya adalah radikalisme, teriorisme, miras dan juga narkoba,” tandasnya kemudian.
Sumber: http://sosial-keagamaan.kampung-media.com