
Denpasar - Parade Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Windhu Ardanika Suara Warnas Griya Bukit Bangli Kabupaten Bangli dengan Sekaa Gong Swadarmitha Banjar Cerancam Kelurahan Kesiman Denpasar Timur Kota Denpasar adu kebolehan dan kemampuan dalam kepiawaian mereka menabuh serta menyajikan sejumlah tarian di panggung terbuka Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Minggu 21 Juni 2015
Sekaa Gong Kebyar Dewasa Bangli dengan mengenakan safari putih ornamen biru pada baju tersebut. Sementara udengnya berwarna hitam dengan paduan warna emas.
Mereka memainkan sejumlah tabuh dan tarian yakni Tabuh Kreasi bertema Tatit Mecanda, Tari Pilihan Teruna Jaya, Fragmentari dengan judul Wisianing Pratiniya serta tari kreasi baru Kertaning Wingkang Ranu.
Fragmentari Wisianing Pratiniya menceritakan tentang kegagalan Sri Raman menjadi Raja Ayodya karena Dewi Kekayi datang bagaikan awan tebal menagih janji kepada prabu Dasarata agar Pangeran Berata dianggkat menjadi Raja dan Sri Rama dibuang jauh ke hutan belantara.
Semantara Duta Kota Denpasar Sekaa Gong Swadharmita dengan balutan safari merah, kemben dan udeng dengan warna senada serta ditambah sentuhan prada emas tampak indah dilihat.
Mereka membawakan Tari Teruna Jaya, Tabuh kreasi berjudul Noktah, Tari Kreasi bertajuk Ratna Wisaya, dan Fragmen Sendratari Penobatan Baratha.
Fragmen Sendratari ini mengisahkan tentang Baratha dan Satrugna melihat Prabhu Dasaratha yang meninggal dunia. Kemudia Baratha marah, namun amarah tersebut meredup ketika melihat bayangan Sri Rama.
Salah satu penari kreasi Duta Kota Denpasar Ida Ayu Triana Titania Manuaba mengatakan dirinya deg-degan tapi senang karena dapat tampil di Ardha Candra dengan ribuan pasang mata yang menonton.
“Saya deg-degan sekaligus senang karena dapat mentas di Ardha Candra”ujarnya kepada Tribun Bali.
Sumber: tribunbali.com