Puncak "Pujawali" di Pura Muncaksari

Tabanan - Bertepatan dengan Ra-hina Buda Umanis Wuku Medangsia yang jatuh Rabu (5/8) ini, ribuan umat Hindu dari seluruh pelosok Bali dipastikan menghadiri karya pujawali di Khayangan Jagad, Pura Luhur Muncaksari. Pura yang termasuk salah satu dari Jajar Kemiri Pura Luhur Batukaru ini, berlokasi di Desa Pakraman Anyar, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, yang di sebelah utaranya berbatasan langsung dengan hutan dan Gunung Batukaru.

Ketua Pembangunan Pura Luhur Muncaksari, Drs. Wayan Risma, mengatakan dudonan karya pujawali dimulai Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (4/8). Adapun prosesinya berupa patnelaspasan beberapa bangunan penunjang, macaru, ngeresik, nedunang, dan ngulap Ida Batara.

Puncak pujawali dimulai dengan prosesi nyiramang Ida Batara pada pukul 11.00 wita, selanjutnya nganteb pujawali pukul 21.00 wita dan berbagai prosesi hingga Kamis (6/8) besok. Prosesi tersebut berupa rejang penyaksi, ngider kidung, linggih agung, rejang pa-mendak, nunas baos, dan mapica.

Panganteban pujawali akan di-puput mangku setempat didampingi Jro Kebayan Batukarut jdan para ^Inangku gede pura yang termasuk Jajar Kemiri Batukaru. Panganteban juga bakal disaksikan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Penglingsir Puri Ubud Ida Cokorda Raka Kerthyasa (Cok Ibah), dan beberapa tokoh umat Hindu di Tabanan.

Setelah puncak pujawali, Ida Batara kahaturang nyejer selama tiga hari hingga panyineban pujawali pada Minggu (9/8) pukul 05.00 wita. Salah satu pamangku yimg^ngayah di Pura Luhur Muncaksari, Mangku Kak Angga, menjelaskan dudonan persembahyangan di Pura Luhur Muncaksari. Persembahyangan pertama di Taman Beji atau Beji Keciran, selanjutnya diPaling-gih Saren Loji.

Sumber: Koran Bali Post, Rabu Umanis, 5 Agustus 2105