Pura Jero Gede Tanah Pegat

Tabanan - Kabupaten Tabanan banyak memiliki pusat spiritual kehidupan. Terbukti dengan banyaknya warisan khayangan atau pura yang tersebar di setiap kecamatan. Tak hanya pura tri kahyangan, namun juga pura yang termasuk sungsungan umum atau khayangan jagat. Satu di antaranya Pura Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat yang berlokasi di Banjar, Adat Tanah Pegat, Desa Gubug, Tabanan.

Untuk menuju pura ini tidak terlalu sulit, apalagi bagi warga yang pernah ke pantai Yeh Gangga. Dari Rumah Sakit Wisma Prashanti atau menuju Pantai Yeh Gangga lurus ke selatan. Kurang lebih satu kilometer belok kiri dan dari sini perjalanan menuju pura kurang lebih sekitar dua ratus meter.

Ketua Panitia Pembangunan Khayangan Jagad Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat, I Ketut Mudra, mengatakan, sesuai dengan babad para leluhurnya bahwa Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat yang berstana di Tanah Pegat adalah Ida Batara Dalem Majapahit.

Khayangan ini diperkirakan telah ada tahun 1416. Ini bermula dari Ida Batara Dalem Majapahit meninggalkan Jawa menuju Pulau Bali yang diikuti oleh 13 orang pengikut setia beliau. Setelah beliau berstana di Tanah Pegat dan telah berwujud sebagai sungsungan, lalu di-pasupati/diupacarai oleh Dhangyang Nirartha atau Ida Pedanda Sakti Wau Rauh. Saat itu pula Dhangyang Nirarta mendapat sabda bahwa pengempon Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat tidak boleh lebih atau kurang dari 13 orang dan ini tetap berjalan hingga saat ini.

Hal menarik lainnya, Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat ini dalam fungsinya sangat pemurah. Hal ini dikarenakan Ida memberikan anugerah dalam berbagai bentuk. Seperti memberikan anugerah kerahayuan dalam dunia pertanian, khususnya dalam menghalau hama (nan-gluk merana). Termasuk pula dalam memberikan anugerah kesembuhan berbagai penyakit yang diderita umat.

Selain itu, lanjutnya, Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat ini juga diyakini sebagai pengantar sang roh dalam menuju sunialoka. Hal ini kemudian menjadikan Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat ini sering mendapat oleman pada saat berlangsungnya prosesi pengabenan. Terutama prosesi pengabenan yang berlangsung di puri ataupun jero-jero yang ada di Tabanan.

Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat dalam penampilannya juga sangat unik dan menunjukkan jiwa kesederhanaan. Hal ini terlihat dari busana yang dikenakannya. Apabila wujud Jro Gede atau tapakan-tapakan lainnya menggunakan busana berbahan kain, Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat ini justru berbusana dengan bahan kaping atau sejenis karung dengan bahan plastik.

Meski demikian, umat tidak berani mengganti busananya dengan bahan lain dan konon Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat sendiri juga tidak berkenan busananya diganti dengan bahan lain. "Hanya prerai (wajah) Ida saja yang berkenan diapon (diperbarui dengan cat)," jelasnya.

Pura kahyangan jagat Jero Gede Tanah Pegat ini sendiri berdiri pada lahan seluas tiga are dan baru dipindah beberapa tahun lalu. Pemindahan khayangan ini sendiri dananya .bersumber dari punia umat, termasuk pula punia umat dalam mendirikan bangunan dan sarana pelengkap di pura ini. Sebelumnya, khayangan ini berdiri di sebelah selatan pura yang sekarang yang lahannya meminjam dari umat setempat.

Sementara, khayangan yang pujawali-nya. tepat pada Rahina Saniscara Wuku Kuningan ini terbagi atas dua halaman atau dua mandala. Pada nistaning mandala terdapat dua unit bangunan bale pesandekan dan bale kulkul. Sedangkan pada mandala utama hanya terdapat satu bangunan berupa gedong sebagai stana Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Kliwon 9 Agustus 2015