(Pura Samuan Tiga)
Gianyar - Banyak prasasti menyebutkan Pura Samuan Tiga menjadi lokasi pertemuan Mpu Kuturan dalam membentuk tri kahyangan di Bali. Hal ini kembali diingatkan oleh pangempon pura di Desa Pakraman Bedulu tersebut melalui acara revitalisasi desa pakraman dan LPD demi terwujudnya kesejahteraan di era globalisasi, di wantilan Pura Samuan Tiga, Jumat (1/1) kemarin. Selanjutnya pada purnama desta, Jumat (21/4) medatang, akan dicanangkan Pura Samuan Tiga sebagai kawitan desa pakraman di Bali.
Ditemui di selasela kegiatan, Manggala Sabha Pura Samuan tiga, Ida Bagus Made Parsa, menyebutkan secara historis keberadaan Pura Samuan Tiga dengan desa pakraman di Bah tidak bisa dipisahkan. Hal ini juga banyak tertuang dalam sejumlah prasasti bahwa di lokasi itulah Mpu Kuturan membentuk desa pakraman dengan tri kahyangan melalui paruman. "Saat ini, rangkaian historis tersebut belum terkomunikasi dengan baik ke seluruh desa pakraman," katanya.
Seperti dalam pertemuan yang ia selenggarakan bersama majelis madya desa pakraman 25 November 2015 lalu, diketahui masih banyak bendesa di Gianyar yang menyatakan belum paham dengan keberadaan Pura Samuan Tiga. "Misalnya di Bali sekarang ada 1.448 desa pakraman. Nah kalau di Gianyar saja yang jumlahnya 220 desa pakraman belum banyak yang tahu. Seperti pada pertemuan dengan majelis 25 November lalu saat kita melakukan pertemuan dengan majelis alit dan agung, di sana terungkap bahwa masih banyak bendesa yang belum paham dengan keberadaan Pura Samuan Tiga," ucapnya.
Sementara itu melalui kegiatan kemarin, pangempon Pura Samuan Tiga berinisiatif untuk mengomunikasikan kembali historis tersebut kepada seluruh umat Hindu di Bali bahwa hun seluruh desa pakraman di Bali adalah Pura Samuan Tiga. "Kami hanya mengingatkan, kalau sulur tatanan sudah ditemukan. Harapan kami tentu bisa membawa kebaikan bagi Bali tentang agama, sosial, adat, dan budaya. Kalau kita sebagai umat di Bali sampai lupa dengan kawitan kan nanti bisa menjadi bencana," ujarnya pada kegiatan dengan narasumber Ida Pedanda Jelantik Pitra Temuku dari Geria Eha Tampaksiring dan Ida Pedanda Manggis dari Geria Gde Wanayu.
Selain itu, pihaknya pun berkeinginan memanfaatkan momentum Karya Panca Wali Krama pada purnama desta yang jatuh pada 21 April 2016 nanti, untuk mencanangkan bahwa Pura Samuan Tiga sebagai kawitan desa Pakraman di Bali. "Kita harap masyarakat paham dulu bahwa di sinilah kewajibannya, kalau sudah paham kan bisa tangkil untuk matur piuning demi memperoleh kerahayuan demi pakraman masing-masing." ucapnya.
la menambahkan untuk Karya Panca Wali Krama nanti merupakan yang pertama kali diselengarakan di Pura Samuan Tiga. Sebelumnya di pura tersebut hanya dilaksanakan mapedudusan alit untuk tahun ganjil dan mapedudusan agung untuk tahun genap. "Sebelumnya, kami juga menganggap Pura Samuan Tiga kahyangan jagat biasa tanpa tambahan lain. Namun dengan diketahui hal ini, kami ingin mengingatkan bahwa kewajiban kita tidak sampai di sana, seperti saat Panca Wali Krama menurut ida pedanda merupakan kewajiban umat yang sebisanya diselenggarkan secara rutin," tutupnya.
Sumber: Koran Bali Post, Sabtu Umanis 2 Januari 2016