Sulinggih dan Pemangku Samakan Persepsi Soal Ngaben Swasta Geni

Semarapura - Pemkab Klungkung menjalankan berbagai upaya guna menyamakan persepsi terkait ritual keagamaan. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pemkab menggelar paruman sulinggih dan pasamuan pemangku, Rabu (22/10) kemarin. Pertemuan ini membahas persoalan upacara ngaben swasta geni dan yadnya siap saji dalam sastra agama Hindu.

Paruman sulinggih dibuka Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, dihadiri sekitar 40 sulinggih dan 25 pemangku. Acara digelar di tempat berbeda. Paruman dilaksanakan di Ruang Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung. Sebagai narasumber Ida Pedanda Gede Kediri dari Geria Dawan Kaler. Sementara pasamuan pemangku yang diikuti 25 ini diadakan di Madya Mandala Pura Jagatnatha. Ida Dalem Surya Dharma Sogata dan Dewa Made Tirta tampil menjadi narasumber.

Kasta mengatakan, paruman dilaksanakan untuk berusaha menyamakan dan menyatukan persepsi sulinggih dan pemangku dalam menjalankan makna kesusastraan agama Hindu yang terangkum dalam tiga kerangka, yaitu tatwa, susila, dan upakara. Paruman ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi para peserta terutama para pemangku, bendesa, dan prajuru dalam pelaksanaan upakara yadnya di masing-masing desa pakraman sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Apalagi kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun sekali oleh Pemkab Klungkung.

Wabup yang juga seorang pemangku, mengucapkan terima kasih kepada sulinggih dan pemangku dalam melaksanakan kewajiban di masyarakat yang telah mampu menerapkan untuk menuju masyarakat yang unggul dan sejahtera. Kasta berharap panitia penyelenggara membuat buku pedoman tentang upacara pitra yadnya dan buku panduan tentang kepemangkuan, sehingga bisa dijadikan acuan atau pedoman oleh masyarakat dalam menjalankan agama.

Paruman sulinggih dan pasamuan pemangku yang digelar sampai Kamis siang ini juga dihadiri Kadisbudpar I Wayan Sujana, Ketua MMDP Klungkung Ketut Rupia Arsana, Ketua PHDI Klungkung Ketut Suartana, dan Bendesa Alit Desa Pakraman di masing-masing kecamatan. Di tengah-tengah paruman, Wabup Kasta menyerahkan punia ke masing-masing kecamatan.

Sumber: Koran Bali Post, Kamis Wage 22 Oktober 2015