Umat Hindu Adakan Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo


(Foto: tribunnews.com, Umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan upacara Melasti di Pantai Parangkusumo)

Bantul – Umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan upacara Melasti di Pantai Parangkusumo, Minggu (6/3/2016). Upacara Melasti ini sendiri diadakana tiga hari sebelum pelaksanaan Hari Raya Nyepi berlangsung.

Upacara Melasti adalah salah satu dari sekian rangkaian acara dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi. Upacara ini di dalamnya sarat dengan sejumlah makna, di antaranya dalam bentuk mensucikan arca, pratima, nyasa, atau pralingga sebagai wujud sthana Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tujuan dari pelaksanaan upacara Melasti yakni untuk melenyapkan penderitan masyarakat berupa kekotoran dunia yang melekat dalam diri manusia. Artinya, dalam upacara Melasti manusia diajak untuk membuang sifat-sifat buruk yang ada dalam dirinya, dengan mengintrospeksi dan retrospeksi diri. “Kami hadir di sini dalam rangka membersihkan diri,” jelas Ida Bagus Agung, ketua PHDI DIY.

Sebagai wujud pembuangan kotoran berupa sifat-sifat buruk yang menempel pada diri manusia, nantinya semua sifat-sifat tersebut akan dihanyutkan dalam samudra, “kami akan bawa ke segara (samudra, red.) semua,” tembahnya.

Dalam prosesi upacara Melasti di Pantai Parangkusumo, mulanya umat Hindu berangkat dari Pura Jagadnatha Banguntapan pada jam 12.00 WIB. Adapun umat Hindu yang lain bisa datang langsung ke Pantai Parngkusumo.

Wujud Toleransi
Dalam pelaksanaan upacara Melasti di Pantai Parangkusumo kali ini ada hal yang berbeda. Paslanya, orang nomor satu di Bantul, Suharsono, untuk pertama kali datang dalam upacara tersebut. “Ini adalah sejarah, dan ini sangat benar-benar membuat kami bahagia,” jelas Bagus.

Bagus berharap, tradisi upacara Melasti ke depan tidak hanya dapat dinikmati oleh umat Hindu, namun juga dapat bermanfaat untuk alam semesta. “Ini persis seperti yang dimiliki oleh DIY, yaitu Hamemayu Hayuning Bawono. Maka, jadilah toleransi seperti ini,” tambahnya.

Bupati Bantul, Suharsono, menuturkan bahwa sudah seharusnya antar umat beragama itu saling menghargai, saling menghormati. Sehingga tercipta masyarakat yang rukun dan tentram, “kita berharap bisa timbul sifat saling menolong antara sesama,” ulasnya.

Tak lupa Suharsono juga memberikan ucapan selamat kepada segenap umat Hindu, terutama umat Hindu di Bantul, yang sedang meyarakan Hari Raya Nyepi, termasuk dalam pelaksanaan upacara Melasti kali ini.

“Kalau ada yang mengganggu umat Hindu dalam proses menjalankan ibadahnya, lapor ke saya, akan saya terjunkan personil untuk mengamankan,” tegas Suharsono.

Sumber: tribunnews.com