
Palu - Umat Hindu Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di Gedung Milana Graha Sabha Pura Agung Wanakertha Jagadnatha Palu, Sabtu 22 April 2017.
Acara Dharmsasanti Nyepi Kota Palu dihadiri Walikota Palu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu beserta jajaran, Ketua FKUB Kota Palu, Ketua Pokjaluh Lintas Agama Kota Palu, Komandan Kodim 1306 Donggala, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, Ketua Krama Adat Kertawinangun Kota Palu, Ketua Dewan Adat Kaili, Para Ketua Banjar se-Kota Palu, dan Para Pimpinan Organisasi Hindu Tingkat Provinsi dan Kota Palu.
Ketua Panitia Pelaksana Dharmasanti Nyepi Kota Palu, I Ketut Supartha, ST., M.Si dalam laporannya menyampaikan, tema Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yaitu "Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebinekaan Berbangsan dan Bernegara Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia". "Tema ini merupakan bagian dari tema perayaan Nyepi nasional tahun Caka 1939," jelasnya.
Ketut Supartha menambahkan, dasar pelaksanaan kegiatan Dharmasanti Nyepi adalah Surat Keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Palu Nomor: 042/SK/PHDI–PALU/II/2017. Ketut Supartha mengatakan, ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan Panitia yaitu kegiatan ritual, kegiatan sosial, dan lomba atau hiburan.
"Kegiatan ritual keagamaan ada kegiatan melasti, tawur kesanga, pelaksanaan catur brata penyepian, ngembak geni, dan puncaknya dharmasanti. Kegiatan sosial yang dilakukan yaitu donor darah, pembagian sembako, pasar murah, jalan santai, dan pengobatan gratis ditiga desa yaitu Desa Budi Mukti, Desa Karya Mukti, dan Desa Muktiagung," ujarnya.
Selain itu, kata Ketut Supartha, ada juga kegiatan lomba atau pertandingan yang meliputi lomba kerohanian, pertandingan bola volly, serta futsal antar organisasi Hindu se-Kota Palu.
Ketua Supartha mengatakan, dana yang digunakan untuk pelaksanaan Dharmasanti dan kegiatan lainnya bersumber dari iuran wajib Krama Adat Kertawinangun Kota Palu serta dari para donator/sponsor yang bersifat tidak mengikat.
Di akhir laporannya, Ketut Supartha, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Oleh: admin