Denpasar - Menjaga keseimbangan jagat nusantara, khususnya NTB, umat Hindu setempat melalui Panitia Upacara Sad Kertih, akan melaksanakan tiga upacara cukup besar yani Danu Kertih (mulang pakelem), Wana Kertih (penghijauan) dan Segara Kertih (ngepik/nangluk merana). Upakara ini merupakan upaya mengimplementasikan Sad Yadnya (Sad Kertih).
Panitia Upacara Sad Kertih yang dipimpin Ketua Drs. Wi Wayan Suharta Putra, saat masimakrama di Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (1/10) mengatakan, rangkaian upacara dimulai dengan Danu Kertih di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, pada Purnamaning Sasih Kalima (9 hingga 14 November 2016), dilanjutkan dengan Wana Kertih di Banjar Kresna Sari, Desa Kesi, Kecamatan Kempo, Dompu, pada Tileming Sasis Kanem Kertih di Pantai Melasa, Desa Batulayar, Lombok Barat, yang bertepatan dengan Tileming Sassih Kawulu (25 Februari 2017 mendatang).
Suharta Putra menambahkan, upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, merupakan upacara mohon anugerah hujan sehingga menimbulkan kesuburan dan keseimbangan alam agar semua yang hidup dapat tumbuh serta berkembang dengan baik, tanpa gangguan apapun. "Selain itu, kami mohon agar masyarakat NTB pada umumnya dan Pulau Lombok khususnya, diberikan kedamaian serta dapat mewujudkan kemakmuran sebagaimana sesanti jawa: gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja," tegas Ketua Panitia.
Sedangkan upacara Wana Kertih bertujuan melestarikan lingkungan dan menjaga sumber mata air yang baru, sehingga kesejahteraan dan kesuburan alam tetap terjaga. "Pun Upakara Segara Kertih (ngepik/nangluk merana) untuk memohon keselamatan amerta sebagai sumber kehidupan serta agar terhindar dari segala penyakit maupun bencana," tandasnya.
Menurutnya, umay dan Parisada Hindu Dharma Indonesi (PHDI) Provinsi NTB tidak berani meninggalkan ketiga upacara besar ini, mengingat sudah merupakan warisan sejak lama, lantaran di Lombok pernah ada bencana gering (sakit). Untuk menyukseskan upacara ini, penitia mohon dana punia dari umat sedharma di Pulau Dewata maupun seluruh nusantara. Bagi mereka yang ingin berpartisipasi agar menghubungi Sekretariat Panitia Puri Tohpati di Jl. Sultan Hasanuddin No.130, Cakranegara, Mataram, (HP 0818554404 dan 081805749881) atau menyalurkan dana melalui Bank NTB Cabang Pejanggik Mataram dengan nomor rekening 011.22.02108.10-8 atas nama Panitia Sad Kertih NTB.
"Kami mohon dukungan immateriil, materiil dan doa, dari umat Hindu di NTB, Bali, dan seluruh Indonesia agar rangkaian upakara ini berjalan lancar dan sukses," tandas Suharta Putra.
Source: KOran Bali Post, Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016