Warga Bhujangga Waisnawa Denpasar "Mapandes" Massal

Denpasar - Maha Warga Bhujangga Waisnawa di Denpasar, Minggu (7/6) melaksanakan upacara mapandes massal Sebanyak 23 orang diikutkan dalam acara yang berlangsung di Taman, Geria Batur Giri Murti, Gelogor Jalan Pulau Buru, Pekambingan, Denpasar.

Menurut pangelmesir atau penasihat acara mapandes. Guru Wayan Gede Sugiarta didampingi Ketua Panitia Guru Ketut Bagus Kerta Negara, bahwa kegiatan mapandes warih Maha Warga Bhujangga Waisnawa ini dilakukan setiap lima tahun sekali. "Nanti di tahun 2020, juga akan dilakukan upacara yang sama dan waktu dan tempat yang sama, yakni 7 Juni 2020, wuku Ugu. Di samping mapandes, juga dilakuan upacara ngangkid ke segara," ucap moncol Maha Warga Bhujanggga Waisnawa Gelogor Guru Ketut Bagus Kerta Negara.

Sedangkan pangelingsir warga setempat mengatakan, bahwa tujuan mapandes ini merupakan program pasemetonan Waga Waisnawa Bhujangga Gelogor. "Ini program Ida Rsi yang sudah menjadi program warga kami," katanya.

Dengan adanya mapandes ini, diharapkan generasinya mendatang bisa menjadi putra dan putri yang sujana. Di samping itu, diharapkan pula dengan adanya upacara yang berlangsung secara khusyuk ini putra-putrinya sebagai penerus warga Bhujangga Waisnawa bisa memiliki sifat baik, maupun mempunyai kepribadian yang terbina baik secara fisik maupun mental (spiritual).

Kemarin, dari 23 yang mapandes, ada dari Renon, Busung Yeh dan juga Denpasar (Pekambingan). Upacara dipuput oleh sangging yakni Guru Mangku Made Karpa (Uma Alas), Guru Mangku Mariasha (Lepang), Guru Mangku Nyoman Sutarjana (Sesetan) dan Guru Mangku Putu Gede Mahendrayana (Titih). Sedangkan untuk widhi widana dipuput langsung oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Buana dari Gria Batur Giri Murti-Gelogor.

Upacara semakin khidmat manakala proses mapandes diiringi oleh sekaa tabuh dan sekaa santhi (pesantian) dari Maha Warga Bhujangga Waisnawa, dan diiringi oleh tetarian legong dan topeng. "Sebelum mapandes, sehari sebelumnya dilakukan nyekep. Tiga hari kemudian akan dilakukan balik kasur (madingan kasur)," tambah Guru Bagus Kerta Negara.

Sumber: Koran Bali Post, Senin Pon, 8 Juni 2015