"Bhakti Pakelem" di Pura Mandara Giri Semeru Agung


(ilustrasi)

Lumajang - Krama Bali akan melaksanakan bhakti pakelem di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur. Bhakti pakelem aga digelar Senin (7/12) mendatang. Umat Hindu diharapkan ikut ngaturang bhakti dan mayadnya untuk mendukung jalannya upacara ini. Manggala Karya Bhakti Pakelem Dewa Made Beratha sudah melakukan koordinasi dengan pengempon atau panitia pura untuk mensukseskan jalannya upacara.

Menurutnya, bhakti pakelem ini untuk memohon kerahayuan jagat Bali lan Nusantara. Selain itu, bhakti pakelem ini juga memohon amerta dan kedamaian umat manusia.

Persiapan karya telah dibahas di Pura Campuhan Ubud Gianyar (Minggu, 29/11) lalu. Panglingsir Puru Ubud Tjokorda Artha Ardana Sukawati atau yang akrab siapa Tjok Ace mengatakan prosesi karya melibatkan semua komponen umat Hindu di Bali, krama Hindu di Lumajang, Surabaya, Malang, Banyuwangi dan sekitarnya.

Pangemong Karya Pura Mandara Giri Semeru Agung juga akan ngayah dan ikut mensukseskan karya bhakti pakelem ini. Umat yang hendak ngaturang bhakti atau madana punia akan di-sanggra di Pura. "Prosesi pemujaan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB selanjutnya prosesi pakelem akan dilakukan di puncak Semeru", ujarnya.

Serangkaian Karya Bhakti Pakelem ini, umat juga telah ngaturang piuning di sejumlah pura di Bali dan Pulau Jawa. Umat yang hendak ngaturang bhakti sudah bisa menuju pura sejak Minggu (6/12).

Pura Mandara Giri Semeru Agung dibangun tahun 1991 di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang. Latar belakang pemelihan lokasi di kaki gunung semeru berkaitan mitos pemindahan puncak gunung Mahameru dari India ke Jawa dengan maksud agar Pulau Jawa tidak jungkat-jungkit, sebagaimana dikisahkan dalam naskah Tantu Panggelaran.

Dengan demikian gunung semeru dianggap suci oleh masyarakat Jawa sejak dahulu. Gaya, struktur dan komponen-komponen arsitekturnya mengikuti arsitektur pura-pura di Bali, yaitu arsitektur tradisional Bali yang masih mengikuti gaya arsitektur zaman Kerajaan Majapahit. Gaya arsitektut ini dipengaruhi oleh kabudayaan Hindu dengan dasar-dasar filsafat dalam ajaran agama Hindu.

Sumber: Koran Bali Post l Kamis Umanis, 3 Desember 2015