Calonarang di Pura Campuhan Windhu Segara, Tiga Rangda Akan Diperankan Oleh Wanita


(ilustrasi)

Denpasar - Bertepata dengan hari suci Siwaratri, Jumat (8/1) nanti, merupakan puncak piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, Kesiman. Eed piodalan diawali dengan ngiasin dilanjutkan dengan melasti Kamis (7/1) dan puncak piodalan sekitar pukul 10.00 wita, Jumat (8/1) dan nyejer hingga 10 Januari. Sementara Jumat malam dipentaskan dramatari calonarang.

Klian Prajuru Pura Campuhan, I Wayan Mudhita didampingi Penyarikan I Made Sueca menjelaskan pura yang menjadi campuhan terbesar di Bali ini setiap hari dipadati umat. Menjelang piodalan sejumlah krama sukarelawan ngayah mempersiapkan upakara piodalan. Bahkan sejumlah umat banyak maturan untuk keperluan upacara.

Saat ini, pura yang dikenal untuk palukatan sudamala tersebut dilengkapi dengan pura beji, palinggih Dewa Baruna, gedong Siwa-Buddha, Pusering Jagat, Hyang Brahma, Kanjeng Ratu, dua tajuk, palinggih Ratu Gede Mas Mecaling, padmasana dan pura prajapati. Kini tuntas dibangun tiga bale pawedan dan bale gong. Juga tersedia bale Saraswati untuk pendidikan agama, pasraman bagi umat dari luar Denpasar. Yang menarik, kata Wayan Mudhita, semua palinggih tersebut merupakan punia dari berbagai umat di Bali dan luar Bali.

Dramatari calonarang akan mengambil judul "Sumambang". Dramatari ini didukung para pengayak dan Sanggar Tri Pusaka Sakti, Batuan, Sukawati, Gianyar. Yang menarik saat itu semua sesuhunan di Pura berupa dua rangda (ratu ayu), barong bangkai, barong macan tedun dan masolah.

Ida Ratu Ayu Manik Segara, Ratu Ayu Linggsir, Ratu Ayu Durga, Barong Macan dan Barong Bangkai yang disung-sung di Pura Campuhan pada akhir cerita ikut napak caru. Untuk tiga ratu ayu (rangda) semuanya diperankan oleh seniman wanita yakni Jero Alit, Jero Widya dan Luh Putu Campuhan.

"Inilah yang lain dari calonarang lainnya, kami libatkan wanita karena Watunateng Dirah adalah peran wanita," jelas Mahaguru Aiteri Naranaya dan Mangku Istri, Shri Saci Sanjiwani. Jero Mangku Campuhan inilah yang memiliki ide judul dan peran di dramatari calonarang ini.

Dijelaskan calonarang nanti melibatkan 100 seniman. Juga disiapkan watangan matah serta diiringi Sekeha Gong Tri Pusaka Sakti.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Paing 3 Januari 2016