Desa Adat Blahkiuh Gelar "Mapadusdus Agung Nawa Ratna"

Abiansemal - Masyarakat Desa Adat Blahkiuh melaksanakan upacara yang tergolong besar yakni Karya Menungkah, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Mapadudus Agung Nawa Ratna lan Tawur Balik Sumpah Uttama di Pura Desa, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal yang puncaknya pada Anggara Kliwon Tambir, 8 September 2015 mendatang.

Karya seperti itu pernah dilaksanakan krama Desa Adat Blahkiuh pada tahun 1972 silam, atau 43 tahun yang lalu. Masyarakat Blahkiuh begitu suka cita menyambut upacara yang megah ini. Kesibukan krama banjar dari tujuh banjar adat di Blahkiuh sudah tampak sejak sebulan lalu. Pembagian tugas untuk membuat upakara dilaksanakan dengan gotong royong, serta dilandasi manah suci ning nirmala untuk ngayah.

Salah satu rangkaian upacara mamungkah, ngusaba desa, ngusaba nini ini adalah upacara melaspas dan mendem padagingan yang dilaksanakan pada Sabtu (29/8) Kliwon Klurut (purnama katiga). Upacara ini di-puput Ida Pedanda Gede Dangin Geria Gede, Carangsari, dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Puspa Griya Santian, Ubud. Upakara yang dihaturkan berupa catur mukti, sorohan bebangkit dan caru resi gana. Selain diikuti krama Desa Adat Blahkiuh, rangkaian upacara tersebut juga dihadiri Pejabat Bupati Badung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B. Yoga Segara, serta Ketua DPRD Bali diwakili I Gusti Bagus Alit Putra. Beliau berdua diberi kehormatan mendem padagingan di satu palinggih pura.

Menurut Bendesa Adat Blahkiuh I.B Bajra yang didampingi Prawartaka Karya I Wayan Ardika, karya ngusaba desa, ngusaba nini ini dilaksanakan oleh krama Desa Adat Blahkiuh yang terdiri dari 7 banjar adat yakni Br. Benehkawan, Br. Tengah, Br. Dlodpasar, Br. Kembangsari, Br. Ulapan I, Br. Ulapan II dan Br. Pacung. Rangkaian karya ini telah dimulai sejak Wraspati Umanis Dunggulan (16/7) lalu, dengan upacara nunas ica lan nyukat genah.

Pada Sabtu (29/8, melaspas lan mendem padagingan, dilanjutkan pada Minggu (30/8) melasti ke Segara Batu Bolong, Senin (31/8) mapepada tawur, Jumat (4/9) yang akan datang memben tawur dan Sabtu (5/9) yang akan datang dilaksanakan Tawur Balik Sumpah. Pada Senin (7/9) yang akan datang, memben karya dan puncak karya (8/9) yang akan datang. Rabu (9/9) yang akan datang dilaksanakan upacara ngusaba desa, Jumat (11/9) yang akan datang maajar-ajar ke Danau Beratan. Pada Minggu (13/9) yang akan datang upacara nyenuk, makebat daun, bangun ayu, ngebek, Selasa (15/9) yang akan datang Rsi Bojana, Sabtu (19/9) yang akan datang tugtug solas rahina, ngremekin, nuwek bagia pulekerti lan nyineb. Sementara upacara tugtug bulan pitung dina dilaksanakan pada Anggara Paing Bala (20/10) yang akan datang.

Sumber: Koran Bali Post, Senin Paing, 31 Agustus 2015