
Jakarta - Dalam rangka merayakan hari suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1939, umat Hindu yang bertugas di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menyelenggarakan acara Dharmasanti Keluarga Besar Polri, di Gedung Wisma Kemala Bhayangkari, Jl. Sanjaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).
Acara Dharmasanti yang mengangkat tema "Melalui Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1939/2017 Kita Mantapkan Reformasi Internal Polri dan Perkuat Toleransi Kebinnekaan Berbangsa-Bernegara Demi Keutuhan NKRI” dimulai pukul 07.30 dan diikuti 467 orang dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.
Acara Dharmasati dimaksudkan sebagai simakrama (silaturahmi) untuk memupuk dan mempererat kerukunan sesama umat dan antar umat beragama, sehingga terjalin suasana kebersamaan dengan tujuan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, menuju terwujudnya Polri yang profesional, modern dan terpercaya.
Ketua Panitia Penyelenggara Dharmasanti Nyepi Keluarga Besar Polri Tahun Saka 1939/2017, Kombes Pol. Drs. I Made Pande Cakra, M.Si dalam laporannya menyampaikan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan Panitia, seperti bhakti sosial, melasti, tawur kesanga, catur brata penyepian, ngembak geni, kunjungan anjangsana ke pinisepuh Polri, yoga massal dan penyuluhan anti narkoba di Cububur bersama Panitia Nyepi Nasional.
"Perayaan Tahun Baru Saka sebagai penghormatan atas keberhasilan Raja Kaniska I yang memerintah di India pada tahun 78 M menggunakan pendekatan sosial budaya untuk menghentikan permusuhan antar suku, sehingga tanggal penobatannya ditetapkan sebagai Tahun Baru Saka," ujarnya.
Made Pande Cakra mengatakan, sejak dulu dalam ajaran Hindu sudah menganut nilai-nilai kesetaraan, menghargai pluralism yang bersumber dari ajaran tat twam asi yang tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dan golongan. "Hal ini relevan sampai saat ini, yaitu perlunya terus menerus memperkuat semangat toleransi dan kebhinnekaan untuk menjaga tetap tegaknya NKRI," jelasnya.
Sementara itu, sambutan dari Kapolri Jenderal Pol. Drs. M.H Tito Karnavian, MA, Ph.D diwakili Kabaintelkam Polri, Komjen Pol. Drs. Luthfi Lubiyanto. Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan permohonan maaf Kapolri yang sebenarnya sangat ingin menghadiri acara Dharmasanti tetapi karena pada waktu yang bersamaan ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.
"Kapolri mengucapakn selamat hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 kepada segenap keluarga besar umat hindu di lingkungan Polri dimanapun bertugas. Semoga melalui rangkaian ritual perayaan hari raya Nyepi mulai dari melasti, upacara tawur agung kesanga sampai dengan pelaksanaan catur brata penyepian, dapat meningkatkan kesucian dan ketaqwaan saudara kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kualitas individu sebagai anggota Polri menuju terwujudnya pelayanan prima kepolisian," kata Luthfi.
Luthfi melanjutkan, sebagai upaya membangun sumber daya manusia polri yang profesional bermoral dan modern, pembinaan kerohanian merupakan hal yang sangat penting guna mewujudkan mental kepribadian yang tangguh serta berkualitas, bermoral yang tinggi dalam menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang terpercaya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan penegakan hukum.
"Polri senantiasa mendorong dan meningkatkan pembinaan mental spiritual personil Polri melalui kegiatan keagamaan dan peringatan hari-hari besar keagamaan sehingga dapat menumbuhkan keselarasan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam menjalankan kehidupan dan pelaksanaan tugas," ujarnya.
Selain itu, kata Luthfi, Polri juga mengajak masyarakat dalam hal ini umat Hindu khususnya untuk selalu menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik, benar, dan suci dalam kehidupan sehari-hari diaktualisasikan dengan keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, sesama manusia, dan antara manusia dengan alam, sesuai ajaran Tri Hita Karana.
Acara Dharmasanti Polri juga diisi dharmawacana yang disampaikan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda. Dalam dharmawacananya tentang "Makna Hari Suci Nyepi", Ida Pandita menyampaikan bahwa Nyepi sebagai hari suci bagi umat Hindu untuk melakukan pengendalian diri melalui pengamalan catur brata penyepian, agar umat manusia dan alam semesta menjadi semakin suci. Ida Pandita mengatakan, Hindu mengutamakan nilai-nilia kemanusiaan (Humanity), cinta tanah air (Nationalisme) dan universal.
Selain diisi dengan dharmawacana, tamu undangan dihibur dengan sendratari dari Yayasan Saraswati tentang gugurnya Maya Denawa. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan pemberian ucapan selamat dharmasanti.
Hadir dalam acara, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA., M.Phil., Ph.D; Ketua Panitia Dharma Santi Nasional Irjen Pol. Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MH; sesepuh Polri, Irjen Pol. (Purn) Drs. IGM Putera Astaman, Irjen Pol. (Purn) Drs. I Wayan Karya, Irjen Pol. (Purn) Drs. I Ketut Astawa; Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat yang diwakili Bendahara Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Drs. IDG Ngurah Utama, MM; Ketua PHDI Provinsi DKI Jakarta, Kombes Pol. (Purn) Ketut Wiardana, SH; Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Provinsi DKI Jakarta, Pengurus PHDI Kota Bekasi, Kab Bekasi dan Pengurus Banjar se-Jabodetabek, serta perwakilan dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AU, dan TNI AL.

Oleh: admin
Source: Press Release Panitia Penyelenggara Dharmasanti Polri