Dramatari Panji Inu Padukan Tari Jawa dan Tari Bali

Cerita Panji tidak bisa dilepaskan dengan konteks sosio-religius pada zamannya. Cerita Panji tidak bisa lepas dari lango (keindahan) yang mengagumkan, bahwa dia berfungsi mengantarkan para penontonnya menikmati suasana keindahan dalam seni hingga pada akhirnya dapat berjumpa dengan Hyang Widhi Wasa (Tuhan YME).

Alhasil, cerita Panji yang terpahat di batu candi di Jawa dan Bali, kita menikmatinya dengan penuh khidmat. Uniknya, reman Panji seakan bukan khayalan belaka. Ia bisa menjadi kisah nyata.

Maka, Ary Suta Center (ASC) pimpinan Dr. I Putu Gede Ary Suta baru-baru ini menggelar dramatari yang diberi tajuk Panji Inu di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta, selama 2 hari, 12 dan 13 Agustus 2015.

Kali ini, dramatari cerita Panji dari Jawa dan Bali dikemas di atas panggung modern secara luar biasa, yaitu perpaduan tari Bali, Jawa dan kontemporer. Bahkan, yang lebih spektakuler, cerita yang mempersatukan dua Kerajaan Kediri dan Jeriggala lewat pernikahan politik ini mampu berkolaborasi dengan teknologi video rhapping garapan Adi. Panuntun dan Sembilan Matahari.

Dibawakan oleh ratusan penari tradisi dari Jakarta, Solo, dan Bali, lintas generasi. Kita bangga melihat penari-penari muda masih mencintai seni tradisi yang digarap dua koreografer kondang yaitu Ayu Bulantrisna Djelantik dari Bali dan Dewi Sulastri yang kental budaya Jawa-nya. Ditambah lagi racikan koreografer muda berusia 18 tahun, Bathara Saverigadi Dewandoro dan Agung Panji dengan komposisi tabuh di tangan Dedek Wahyudi dari I Ketut Saba membuat pergelaran ini menjadi lebih berwarna.

"Penyelenggaraan dramatari tradisi .yang inovatif seperti Panji Inu ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas agar kelestarian seni dan budaya bangsa dapat terjaga selamanya," kata Chairman Ary Suta Center, I Putu Gede Ary Suta.

Cerita Panji bermula pada akhir pemerintahan Raja Airlangga, tatkala kerajaan terbelah dua Kediri dengan ibu kotanya Daha dan Jenggala yang beribu kota Kauripan. Kedua Kerajaan itu masing-masing dipimpin dua bersaudara.

Sejak bayi, putra raja Jenggala, Pangeran Inu Kertapati dipertunangkan dengan Putri Candra Kirana, secara politis agar dua Kerajaan bisa bersatu lagi. Cerita Panji selain acap dihelat lewat pertunjukan wayang dan ketoprak di daerah, juga pernah dikomikkan oleh almarhum RA Kosasih dengan judul Panji Semirang dengan 10 jilid.

Yang jelas, dramatari Panji Inu sangat bermanfaat ditonton di tengah gempuran budaya global dari luar negeri yang melanda negara kita belakangan ini. Pada hari pertama di GKJ, tampak hadir Menpora Imam Nachrawi, Mensos Khofifah Indar Parawansa, I Putu Gede Ary Suta, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hendardji Soepandji, S.H. (calon kuat Ketua KPK), Dr. BRAMooryati Soedibyo, ibu Nina Akbar Tanjung, ibu Sri Utari Narada dan lain-lain menyimak jalannya pergelaran hingga usai.

Source: Koran Bali Post, Minggu Paing, 16 Agustus 2015