Festival Budaya Sambut Gerhana Matahari Disiapkan


(Ilustrasi ogoh-ogoh)

Palembang — Beragam kegiatan budaya disiapkan masyarakat dan pemerintah di daerah menyambut gerhana matahari total 9 Maret 2016. Tarian kolosal, pertunjukan teatrikal, hingga pesta kuliner disiapkan agar memberi kesan mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Di Sumatera Selatan, belasan siswa SMKN 7 Palembang, Rabu (2/3), sibuk mempersiapkan lampion naga sepanjang 18 meter. Lampion berangka besi yang dibalut kain kuning dan dihiasi lampu itu akan turut menyemarakkan Festival Gerhana Matahari Total yang akan diselenggarakan di Benteng Kuto Besak.

"Lampion sudah dipersiapkan sejak sebulan lalu," kata Koordinator Pembuatan Lampion Naga dan Properti Naga Tari Kolosal Amrizal.

Selain lampion, tim juga membuat naga sepanjang 18 meter yang digunakan untuk tarian kolosal tentang mitos gerhana matahari. Naga itu akan digerakkan 10 penari menggunakan rotan.

"Ogoh-ogoh"
Gerhana matahari total 9 Maret bersamaan dengan hari raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu di seluruh Indonesia. Karena itu, masyarakat Hindu di Palembang akan mengarak ogoh-ogoh yang bersamaan dengan Festival Gerhana Matahari Total.

Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Sumatera Selatan Wayan Mustika mengatakan, tiga ogoh-ogoh itu dibuat para seniman Sumatera Selatan selama dua minggu. Ogoh-ogoh yang memiliki berat 60-100 kilogram tersebut akan diarak di seputar Benteng Kuto Besak oleh 70 orang.

Selesai diarak, ketiga ogoh-ogoh akan dibakar. "Itu menggambarkan hilangnya sifat jahat manusia dan menggapai hidup yang lebih baik pada masa depan," kata Wayan.

Sementara itu, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, persiapan sejumlah festival budaya menjelang gerhana matahari total sudah mencapai 80 persen, termasuk pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 150 penari. Tarian itu akan diselenggarakan di Stadion Sanaman Mantikei sehari sebelum gerhana total terjadi.

"Selain pergelaran budaya, di stadion itu juga akan digelar pameran ekonomi kreatif melibatkan sejumlah pengusaha kecil menengah," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palangkaraya Afendie.

Sumber: kompas.com