Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa 'Lebar'

 


(Foto: Presiden World Hindu Parisad (WHP) dan Mantan Dharma Adhyaksa PHDI Pusat Ida Pedanda Nabe Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa)

Denpasar - Presiden World Hindu Parisad (WHP) Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa lebar (meninggal), Senin (27/2/107) pukul 06.30 WITA. Mantan Dharma Adhyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat tiga periode (2001-2006, 2006-2011, dan 2011-2016) itu lebar diusianya yang ke-73 tahun. Jenazah Ida Pedanda disemayamkan di rumah duka di Jalan Cargo. Prosesi nyiramang layon dilakukan kemarin pukul 16.00 WITA.

Ida Pedanda hari ini, Selasa (28/2/2017) dikremasi di Krematorium Mumbul. Sementara galih (tulang) di-iring (dibawa) ke Geria Tegeh, Karangasem. Demikian disampaikan perwakilan keluarga, IB Jendra, di depan ICU Burn Unit RSUP Sanglah.

"Mulai besok (hari ini) dilaksanakan upacara selama 12 hari di Geria Tegeh Karangasem," imbuhnya. Hal itu dilakukan karena mengikuti tradisi guru (nabe) sebelumnya, baik lanang (laki-laki) maupun istri (perempuan). Selain itu, Ida Pedanda juga berpesan agar Beliau diupacarai secara sederhana. Mengingat beliau adalah tokoh agama dan senua pihak dapat ngaturang ayah pada beliau.

Setelah kremasi, sore harinya akan dilaksanakan upacara macemana. Pada tanggal 1 hingga 10 Maret akan dilakukan upacara Narpana dan Homa. Tanggal 10 Maret pukul 24.00 WITA dilakukan upacara Palebon dan nganyut ke segara. Tanggal 11 Maret pukul 17.00 WITA upacara maligia dan mapandes. Pukul 24.00 WITA dihari yang sama merupakan puncak maligia.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya hadir ke rumah duka Kerta Semadhi tempat Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa disemayamkan pada Senin (27/2/2017) malam pukul 21.00. Sesampainya di rumah duka, Wisnu Bawa Tenaya bersama istri menuju sawa Ida Pendanda dan melakukan doa. Setelah itu bersama Ida Pedanda Istri, Wisnu Bawa Tenaya bersama pelayat yang lain membacakan sloka-sloka.

Seperti diketahui, Ida Pedanda dirawat di RSUP Sanglah sejak 7 Januari lalu. Sebelumnya sempat dirawat di RS BaliMed Karangasem sejak 1 Januari. Setelah itu sempat pulang. Minggu (27/2) pagi dini hari Ida Pedanda kembali masuk ICU RSUP Sanglah sudah dalam kondisi kantu. Padahal di siang hari, kondisi Ida Pedanda dinyatakan stabil. Hingga malam kondisi Ida Pedanda menurun.

Ida Pedanda telah 32 tahun malinggih sejak di-dwijati 3 April 1985. Banyak jabatan pernah diemban khususnya di organisasi spiritual. Selain pernah menjadi Dharma Adhyaksa selama tiga periode dan menjadi Presiden World Hindu Parisad (WHP), Ida Pendanda juga merupakan salah satu pendiri Weda Poshana Ashram.

Source: Bali Post, Selasa Wage, 28 Februari 2017