Karya Agung di Pura Kawitan Arya Kuta Waringin


(Ilustrasi)

Amlapura - Umat Hindu Pratisentana Arya Kuta Waringin melaksanakan Karya Agung Labuh Gentuh, Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, dan Menderu Padagingan di Pura Kawitan dan Pura Dalem Arya Kuta Waringin. Menjelang puncak karya, keluarga besar Pratisentana Arya Kuta Waringin melasti ke Segara Klotok, Klungkung, Senin (21/9) lalu. Puncak karya bakal berlangsung 28 September nanti.

Ketua Panitia Karya I Made Manta, Selasa (22/9) kemarin, mengatakan melasti dipuput oleh pedanda budha dan siwa. Melasti diikuti oleh seluruh warga pratisentana Arya Kuta Waringin dari seluruh Bali maupun Lombok. Dalam upacara melasti juga dilakukan mulang pakelem ke tengah laut dengan sarana angsa dan kambing berwarna hitam. "Puncak karya nanti digelar 28 September, bertepatan dengan purnama sasih kapat," katanya.

Sebelum melasti, terlebih dahulu Minggu (20/9), diawali dengan nedunang pralingga Ida Batara dari masing-masing paibon. Selanjutnya, berkumpul di Pura Penyimpenan, Desa Rendang, sebelum mamargi ke Pura . Kawitan dan Pura Dalem Arya Kuta Waringin di Banjar Dinas Waringin Desa Pempatan, Rendang. Setelah melasti, pada 24 September besok digelar nyepi desa, sebelum puncak karya.

Demi kelancaran karya agung ini, panitia merancang anggaran sebesar hampir Rp1 miliar. Biaya tersebut selain dari iuran, juga banyak punia dari pratisentana Arya Kuta Waringin yang berjumlah hampir 1.000 kepala keluarga yang tersebar di seluruh Bali dan Lombok. Pihak panitia karya berharap, karya agung ini, disambut antusias umat Hindu, danpedek tangkil selama karya agung ini.

Source: KOran Bali Post, 23 September 2015