"Karya Pujawali" Sasih Kasa di Pura Jati

Bangli - Karya Pujawali Sasih Kasa di Pura Jati, Desa Batur, Kintamani dimulai Sabtu (27/6) kemarin. Sesuai dudonan karya, upacara yang rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali ini dimulai dengan upacara bhakti pengodal kepada Ida hatara-Bhatari di Pura Ulun Danu Batur yang kemudian tedun (turun) ke Pura Jati.

Parigemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Alitan mengtakan, karya pujawali merupakan kesempatan baik yang digunakan sebagai salah satu cara untuk memohon keselamatan bagi masyarakat Bali pada umumnya dan masyarakat Batur pada khususnya. Dikatakan juga, pelaksanaan upacara ini dimaksudkan untuk memunculkan rasa tentram pada masyarakat, terlebih di tengah-tengah persoalan yang belakangan ini sering muncul.

"Upacara ini merupakan salah satu bentuk bhakti kita kepata Ida Sang Hyang Widhi wasa. Kita di sini memohon keselamatan dan kedamaian," jelasnya.

Terkait dengan rangkaian Karya Pujawali yang dilaksanakan di Pura Jati, dipaparkan Jero Gede Batur, setelah melaksanakan bhakti pengodal, karya pujawali akan dilanjutkan dengan menghaturkan pasucidn pada Minggu (27/6). Sementara pada Senin (29/6) akan dilaksanakan puncak agung karya. Dan pada Selasa (30/6) akan diakhiri dengan upacara ngaluhur/masineb.

Melalui upacara ini, Jero Gede Batur berharap tidak hanya disambut oleh masyarakat Batur saja. Namun, juga dari masyarakat Hindu yang berada di luar Kabupaten Bangli. Mengingat hal ini sangat penting dilakukan guna mempertahankan rasa bhakti. "Kami berharap upacara ini tidak hanya disambut oleh masyarakat pangemong pura saja. Namun, seluruh masyarakat perlu juga ikut. Kecuali yang cuntaka," harapnya.

Sementara itu, selama pelaksanaan karya pujawali berlangsung, sejumlah pamedek mulai menempati rumah semi permanen (padunungan) yang ada di luar kawasan pura. Rumah semi permanen yang selama ini dibuat dengan susunan batako tersebut dipasangkan terpal yang difungsikan sebagai atap. Para pamedek akan menempati padunungan tersebut hingga seluruh prosesi karya berakhir.

Source: Koran Bali Post, Minggu 28 Juni 2015