
Bandarlampung - Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri rapat Koordinasi Nasional ke-XII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Dalam sambutannya Zulkifli menekankan pentingnya menjaga persatuan Indonesia.
"Bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar dengan keberagamannya, tentulah senantiasa membutuhkan panduan akan nilai-nilai yang mampu menuntun jalan menuju cita-cita bangsa menjadi nyata," kata Zulkifli mengawali paparannya.
Hal ini disampaikan Zulkifli dalam rapat Koordinasi Nasional ke-XII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dan Seminar Nasional dengan Tema 'Galang Persaudaraan untuk Indonesia Bersatu dan (KMHDI) Berdaulat' di Lampung, seperti siaran pers MPR RI, Rabu (26/8/2015)
Zulkifli kemudian memaparkan Pancasila, UUD Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika adalah panduan nyata serta warisan dari para leluhur bangsa yang menjadi landasan dalam membangun bangsa Indonesia ke depan. Empat hal itu yang terus digaungkan MPR sebagai empat pilar kebangsaan.
"Empat pilar bukanlah hal yang baru, karena Pancasila sebagai jiwa bangsa (volkgeist) yang sudah lama berakar dalam diri masyarakat Indonesia, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka," katanya.
Zulkifli kemudian menyinggung mundurnya perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya (poleksosbud) di Indonesia. Kekhawatiran tersebut menjadi semakin nyata ketika sampai pada memudarnya wawasan kebangsaan.
"Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan negara kita yang akan mendorong terjadinya disorientasi dan perpecahan bangsa," kata Zulkifli.
Ketua Umum PAN ini kemudian mengingatkan pentingnya peran generasi muda sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, tak luput dari tugas untuk mewujukan cita-cita bangsa. Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional.
"Dan kiranya, hal ini lah yang melekat dalam diri, visi dan misi organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia untuk menjadikan bangsa Indonesia yang bersatu dan berdaulat," katanya.
"Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Tanamkan semangat yang berkobar di dadamu. Bersatulah membangun Negara tercinta. Seperti isi Sumpah Pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 "satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa"," ujar Zulkifli menutup pidatonya.
Sumber: detik.com