
(Pinandita memercikan tirta kepada umat saat upacara Tawur Agung Kesangan di Pelataran Candi Prambanan)
Klaten - Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma mengatakan, Nyepi merupakan salah satu hari raya agama Hindu yang diperingati satu tahun sekali sebelum memasuki tahun yang baru penanggalan Saka. Bertepatan pada penanggal satu sasih ke sepuluh atau bulan Waisaka untuk melakukan catur berata penyepian.
“Sehingga Nyepi sebagai saat yang tepat introspeksi diri untuk menyadari kesalahan dan kekurangan diri selama kurun satu tahun terakhir,” kata Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, Selasa (8/3).
Dijelaskan, perayaan Nyepi 2016 yang jatuh pada Rabu (9/3) besok, mengangkat tema Keberagaman Perekat Persatuan. Hal itu sangat tepat menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang berdiri atas berbagai keragaman, baik suku, agama, adat istiadat maupun bahasa. Pihaknya mengajak kembali merenungkan pentingnya persatuan bangsa Indonesia.
“Terlebih setahun terakhir ada peristiwa yang diakibatkan oleh belum adanya penerimaan yang tulus terhadap keberagaman tersebut seperti dalam kejadian di Tolikara, Papua Barat dan Singkil, Nanggroe Aceh Darusalam. Melalui momentum ini kita diingatkan kembali kepada sesanti (nasihat) yang diwariskan pujangga besar Mpu Tantular dalam Kakawin Sutasoma yang telah ditetapkan sebagai konsensus nasional, Bhineka Tunggal Ika,” ucap Sang Nyoman Suwisma.
Prosesi Tawur Agung Sasih Kesanga di Lapangan Wisnu Mandala, kompleks Candi Prambanan, Selasa (8/3) pagi, diikuti sekitar 15 ribu umat Hindhu DIY dan Jawa Tengah. Upacara sehari jelang Nyepi itu dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.
Sumber: www.timlo.net