
Yogyakarta - Delapan cabang lomba telah diikuti oleh Kontingen Provinsi Papua pada Jambore Pasraman Nasional IV, hingga Rabu (27/7) 2016. Kedelapan cabang lomba tersebut adalah mantram Tri Sandhya, kramaning sembah, pelafalan doa sehari-hari, cipta lagu kreasi keagamaan hindu, cipta dan baca puisi keagamaan hindu, bercerita keagamaan hindu, yoga asanas putra, dan yoga asanas putri. Dengan demikian tersisa satu cabang lomba yaitu outbond.
Para official, pendamping dan peserta kontingen Papua tampak bersemangat dan kompak mengikuti perlombaan demi perlombaan hingga usai. Lebih dari itu seluruh anggota kontingen, dipimpin Gusti Made Sunartha selaku penanggung jawab kontingen kerap memulai kegiatan perlombaan dengan khusyuk berdoa. Semua peserta kontingen Papua sudah tampil maksimal, demikian dikatakan Gusti Made Sunartha yang juga merupakan Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua dengan raut puas.
Perlombaan yang diikuti kontingen Papua terbagi dalam dua hari pelaksanaan, Selasa (26/7) dan Rabu (27/7) sesuai undian yang telah ditentukan pada technical meeting Senin malam (25/7). Lomba pelafalan doa sehari-hari, cipta lagu kreasi keagamaan hindu, cipta dan baca puisi keagamaan hindu, bercerita keagamaan hindu, yoga asanas putra, dan yoga asanas putri diikuti Kontingen Provinsi Papua pada Selasa (26/7). Lomba mantram Tri Sandhya, Kramaning Sembah diikuti pada Rabu (27/7).
Secara pengaturan teknis, lomba berlangsung bersamaan di masing-masing tempat yang telah ditentukan, sehingga berlangsung efektif, hampir dimulai dan berakhir bersamaan. Kondisi inilah yang membuat official Kontingen Provinsi Papua mengatur sedemikian rupa, termasuk membawa satu pendamping yang umumnya guru, pada tiap cabang lomba. Dengan sendirinya dukungan kehadiran baik sesama peserta maupun para pendamping dan official terpecah pada masing-masing momen perlombaan.
Namun kondisi ini lebih baik dibandingkan pelaksanaan lomba sebelumnya. Hanya saya dan Wayan Wirya yang mendampingi kontingen, demikian diceritakan Gusti Made Sunartha di Wantilan Surya Agung Bhuvana, Skyline- Jayapura, Sabtu (23/7). Adapun Wayan Wira merupakan Penyelenggara Bimas Hindu Kota Jayapura, sekaligus merupakan pelatih Yoga Asanas Putra.
Untuk diketahui, berikut adalah nama-nama peserta pada tiap-tiap cabang lomba. Lomba trisandya diikuti oleh Anang Yudha Sasmita, dan Ganesha Sijuwita Cahyono dari Pasraman Sutasoma, Nabire. Lomba kramaning sembah diikuti oleh Komang Prema Adhiatma dan Komang Gede Mahendra. Lomba baca puisi keagamaan diikuti oleh Ni Nengah Maitri, lomba lagu kreasi keagamaan diikuti oleh Ida Bagus Jatem dan Ni Putu Mila Aprilia. Lomba bercerita keagamaan diikuti oleh I Kadek Bagus Sastrawan, lomba pelafalan doa sehari hari diikuti oleh Ni Made Diyah Santiasih. Lomba yoga asanas putra diikuti oleh I Dewa Gede Dika Suastrawan, I Gusti Ngurah Krisna Yoga, dan I Gusti Ketut Adisuta Mahendra. Serta lomba yoga asanas putri diikuti oleh Ni Kadek Nanda Ari Rianti, Komang Jyotir, Ni Nengah Maytri, Ni Made Satya Devi Puspaningrum.
Kedelapan cabang lomba dipusatkan di Hotel Sheraton Yogyakarta, baik di dalam maupun luar ruangan. Ruang yang digunakan antara lain Patih untuk lomba cipta dan baca puisi keagamaan Hindu, Pandawa 3 untuk lomba pelafalan doa sehari-hari, Pandawa 2 untuk lomba bercerita keagamaan Hindu, Mustika untuk lomba cipta lagu kreasi keagamaan Hindu, Adipati untuk lomba Kramaning Sembah, dan Senopati untuk lomba mantram Tri Sandhya. Sementara lomba yoga asanas putri dan putra, menggunakan pendopo 1 dan 2 yang berada di luar ruangan.
Source: papua.kemenag.go.id