
A. Latar Belakang
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dibentuk menjadi Provinsi ke 34, Provinsi termuda, sejak ditandatanganinya Undang-undang Nomor 20 tahun 2012 tanggal 25 Oktober 2012. Pada tanggal 12 Februari 2016 setelah pelantikan oleh Presiden Jokowi, Kaltara resmi memiliki Gubernur yang definitif, yaitu Dr. H. Irianto Lambrie. Dengan terbentuknya provinsi baru Kaltara, maka komponen, struktur, lembaga, organisasi diharapkan juga membentuk kepengurusan tingkat Provinsi. Termasuk organisasi keagamaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat daerah.
PHDI atau Parisada merupakan majelis tertinggi Agama Hindu di Indonesia yang bersifat keagamaan dan independen, yang terdiri dari Parisada Tingkat Pusat dan Tingkat Daerah (Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa). Sesuai dengan Anggaran Dasar PHDI, pasal 11, bahwa susunan Parisada disesuaikan dengan susunan wilayah administrasi pemerintahan, maka dengan adanya Provinsi baru Kaltara diharapkan juga terbentuk Parisada tingkat Provinsi Kaltara. Dengan demikian nantinya umat Hindu di 4 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Kaltara juga memiliki wadah di Tingkat Provinsi yang dapat melayani umat dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran suci Veda. Adanya PHDI Provinsi juga diharapkan dapat mendekatkan kordinasi dan informasi langsung dari PHDI Pusat.
Saat ini dengan jumlah umat Hindu sekitar 450 jiwa tersebar di 5 Kabupaten Kota di Kaltara, 1 Kabupaten (Kab. Tanah Tidung) belum terbentuk PHDI Kabupaten. Pura hanya terdapat di Tarakan, Tanjung Selor dan Malinau, sementara di Kabupaten Nunukan dan Tanah Tidung belum ada. Oleh karena itu, walaupun dengan segala keterbatasan, dengan semangat untuk mewujudkan masyarakat Hindu di Kaltara yang damai, harmonis, sejahtera dan bahagia maka PHDI Bulungan bersama PHDI Tarakan, PHDI Malinau dan PHDI Nunukan telah melaksanakan pertemuan yang boleh dikatakan sebagai Lokasabha I PHDI Kalimantan Utara, dan berhasil membentuk kepengurusan Pengurus Harian dan Paruman Walaka PHDI Provinsi Kalimantan Utara masa bakti tahun 2016 - 2021. Dengan dukungan PHDI Provinsi Kalimantan Timur sebagai induk yang lama dan PHDI Pusat kegiatan dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses.
B. Tema Kegiatan
Tema kegiatan Pertemuan Lokasabha I PHDI Kabupaten / Kota se Kalimantan Utara adalah: Dengan Semangat Kebersamaan dan Persaudaraan, kita wujudkan Masyarakat Hindu di Kalimantan Utara yang Damai, Harmonis, Bahagia dan Sejahtera.
C. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud kegiatan pertemuan ini adalah untuk membentuk kepengurusan Parisada Tingkat Daerah Provinsi (PHDI Provinsi) Kalimantan Utara Masa Bhakti 2016-2021. Tujuannya adalah:
1. Mewujudkan masyarakat Hindu Kaltara yang memiliki keyakinan, komitmen, dan kesetiaan yang tinggi terhadap ajaran agama Hindu;
2. Meningkatkan kualitas SDM Hindu melalui pendidikan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan
3. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan Dharma Agama dan Dharma Negara
4. Mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan sosial
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Rencana kegiatan pertemuan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu tanggal 23 dan 24 Juli 2016 bertempat di Hotel Grand Pangeran Khar, Jl. Katamso Tanjung Selor. Namun dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang tinggi pertemuan yang dimulai sore hari berakhir dengan acara pengukuhan dan dilanjutkan menuju Pura Agung Jagat Benuanta Tanjung Selor untuk melakukan persembahyangan bersama sebelum pukul 24.00
E. Susunan Acara
Susunan acara (terlampir) dengan kegiatan:
1. Penerimaan dan Registrasi Peserta
2. Acara Pembukaan
3. Coffee Break
4. Ceramah/pengarahan dari narasumber PHDI Pusat dan PHDI Prov. Kaltim
5. Diskusi dan Tanya jawab
6. Pemilihan Pimpinan Sidang
7. Istirahat dan Makan Malam
8. Sidang I, Penetapan tata tertib dan jadwal acara Lokasabha I
9. Sidang II, Pembahasan dan penetapan Struktur PHDI Provinsi Kaltara
10. Sidang III, Pemilihan Paruman Walaka dan Pengurus Harian PHDI Prov. Kaltara
11. Cofee break, persiapan acara pengukuhan
12. Pengukuhan Pengurus PHDI Provinsi Kalimantan Utara
13. Persembahyangan bersama di Pura Agung Jagat Benuanta Tanjung Selor
14. Acara Penutupan
15. Peserta Pulang
F. Narasumber Pertemuan
1. Ir. Ketut Parwata, Sekretaris Umum PHDI Pusat
2. Ir. Dewa Putu Sukardi, Kepala Bidang Lembaga dan Organisasi PHDI Pusat
3. Made Waharika, Sekretaris Umum PHDI Provinsi Kalimanatan Timur
G. Peserta
Peserta dan peninjau yang hadir dalam pertemuan sebanyak 20 orang terdiri dari:
1. Pengurus PHDI Kota Tarakan (3 orang)
2. Pengurus PHDI Kabupaten Malinau (2 orang)
3. Pengurus PHDI Kabupaten Nunukan (1 orang)
4. Pengurus PHDI Kabupaten Bulungan (7 orang)
5. Perwakilan Hindu Kabupaten Tanah Tidung (0 orang)
6. Pinandita Tarakan, Malinau, Bulungan (3 orang)
7. PHDI Provinsi Kalimantan Timur (2 orang)
8. Peninjau, tokoh agam Hindu (2 orang)
H. Penyelenggara
Kegiatan diselenggarakan oleh panitia pelaksana yang dibentuk dari pengurus PHDI Kabupaten Bulungan
I. Sumber Dana
Kegiatan ini mendapat dukungan dana/sumbangan dari pemerintah Provinsi Kaltara, PHDI Bulungan dan donatur yang tidak mengikat
J. Penutup
Terimakasih atas segala bentuk bantuan, dukungan dan kerjasamanya, dan mohon maaf jika dalam penyelenggaran terdapat kekurangan dan ketidaknyamanan.
Dengan memohon Asung Kertha Waranugraha Hyang Widhi Wasa, walaupun dengan segala keterbatasan, dan dengan semangat demi terwujudnya masyarakat Hindu di Kaltara yang damai, harmonis, sejahtera dan bahagia maka semoga laporan pertemuan Lokasabha I PHDI Provinsi Kalimantan Utara ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadi sejarah terbentuknya PHDI Provinsi Kalimantan Utara.
Om, santih, santih, santih Om
Tanjung Selor, 25 Juli 2016
Ketua Panitia:
Drg. I.B.K. Sidharahardja, MPH