
Gianyar - Senantiasa menjaga serta memelihara keseimbangan ala maka harmonisasi akan selalu terjaga. Dengan demikian kesejahteraan manusia pun akan makin meningkat. Kesadaran seperti inilah yang merupakan substansi dari Macaru Panca Kelud yang dilaksanakan di Catus Pata Kota Gianyar, Minggu (13/9).
Kegiatan ritual itu merupakan aedan karya Agung Mamungkah, Mupuk Padagingan, Paneduh Lan Penyegjeg Jagat, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini Lan Padudusan Agung di Pura Puseh/Pura Desa, Desa Pakraman Gianyar. Bersamaan dengan macaru Panca Kelud juga digelar Ngeresi Gana, Mendem Padagingan serta melaspas di areal utama, madya serta nista mandala pura setempat.
Selain di catus pata, juga dilakukan pacaruan nyatur desa, empat penjuru mata angin, perbatasan desa dengan wilayah lainnya. Karya yang berlangsung khusyuk itu di-puput Ida Pedanda Agung Beng, Ida Pedanda Griya Sanur Pejeng, Ida Pedanda Griya Ketewel, Ida Pedanda Griya Uma Sari Sukawati serta Rsi Bujangga Angkling.
Selain diikuti krama desa setempat, kegiatan keagamanan ini juga dihadiri mantan Gubernur Bali Dewa Baratha serta para undangan lainnya.
Sumber: Koran Bali Post, Senin Umanis 14 Septemebr 2015