
Tabanan - “Tiada hari tanpa beryadnya” Kalimat tersebut menjadi sebuah cerminan bahwasanya hidup ini tidak bisa terlepas dari adanya pengorbanan yang dilandasi oleh rasa kecintaan yang mendalam kepada Tuhan. Hal inilah yang menjadi sebuah landasan bagi Seksi Ura Hindu Kementerian Agama Kabupaten Tabanan untuk menghadiri prosesi nganyarin sebagai salah satu rangkaian dari acara “Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Di Pura Tuluk Biyu Batur, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dan Karya Ngusaba Kapat di Pura Tri Kahyangan Jagat Hulun Danu Batur, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli”, sebagai bentuk dukungan kepada program Pemerintah Kabupaten Tabanan dibidang Keagamaan.
Kasi Ura Hindu Kementerian Agama Kabupaten Tabanan Ida Bagus Rai D. Suhardika, SE, M.Si dalam hal ini menghadiri langsung acara tersebut dengan diiringi oleh para penyuluh agama Hindu beserta staf dan pramubhakti pada hari Rabu, tanggal 30 September 2015 bertempat di Pura Tuluk Biyu Batur, Kintamani.
Meski dengan jarak yang cukup jauh dan medan yang cukup ekstreem, namun hal tersebut tidak menjadi penghalang semangat “ngaturang ayah” rombongan Seksi Ura Hindu Kementerian Agama Kab.Tabanan. Acara tersebut turut pula dihadiri oleh Penjabat Bupati Tabanan, Para Asisten Setda. Kab.Tabanan, Sekretaris DPRD Tabanan, Para Staf Ahli Bupati Tabanan, Para Kepala Badan/Dinas/Kantor/Bagian di Lingkungan Pemkab.Tabanan, Para Camat Se-Kabupaten Tabanan.
Menurut Ida Bagus Rai D. Suhardika, SE, M.Si, prosesi nganyarin pada intinya merupakan persembahan setiap hari (penyabran) selama Ida Bhatara nyejer dan persembahan bhakti penganyar merupakan persembahan yang baru (anyar). Kegiatan tersebut tentunya berdampak positif bagi Kemenag Tabanan utamanya dalam merekonstruksi spirit harmoni pada diri pegawai dan staf ura Hindu. Acara tersebut diakhiri dengan persembahyangan bersama, dan para penyuluh agama Hindu didaulat sebagai pengenter Puja Tri Sandhya yakni I Ketut Wiratmaja, S.Ag , serta Ni Made Kajeng Suparti, S.Ag sebagai pengenter acara persembahyangan.
Sumber: bali.kemenag.go.id