
(Foto: sebagain Pengurus Harian, Badan, Lembaga, dan Yayasan foto bersama setelah Rapat Kerja. Ada Sebagian peserta sudah mendahului pulang dikarenakan ada tugas dan kegiatan keluarga)
Jakarta – Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyelenggarakan Rapat Kerja untuk melakukan evaluasi Program Kerja Tahun 2017 dan menyusun Program Kerja Pengurus Harian di Tahun 2018 yang dilaksanakan di Gedung Penghubung Pemprov Bali, Jl. Cikini II, Jakarta Pusat, Sabtu 16 Desember 2017.
Rapat Kerja yang dimulai sekitar pukul 09.45 WIB itu dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian, Pengurus Badan, Lembaga, dan Yayasan yang ada di bawah Pengurus Harian PHDI Pusat.
Sekretaris Umum Ir. Ketut Parwata yang membuka dan sekaligus memimpin rapat menyampaikan permakluman bahwa Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya tidak dapat hadir dalam rapat dikarenakan ada kedukaan.
Ketut Parwata mengatakan, selayaknya sebuah organisasi perlu melakukan evaluasi terhadap program-program kerja yang sudah dilaksanakan pada tahun 2017. Selain itu, kata Parwata, Rapat Kerja merupakan amanat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang harus ditaati dan dijalankan. “Disamping itu, Rapat Kerja merupakan salah satu Program Kerja Bidang Organisasi yang harus dilaksanakan,” jelasnya.

(Foto: suasana Rapat Kerja Pengurus Harian, Badan, Lembaga, dan Yayasan di Gedung Penghubung Pemprov Bali, 16 Desember 2017)
Minimnya Anggaran PHDI Pusat
Parwata mengatakan bahwasannya perjalanan program di tahun 2017 masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila bicara program, kata dia, maka sangat sedikit program yang direncanakan dapat dijalankan. Menurutnya, ada dua hal yang melatar belakangi terkait dengan sedikitnya program yang berjalan.
“Ada rasa syukur juga dengan sedikitnya program yang berjalan. Karena kalau semuanya berjalan kasihan Pak Dewa (Bendahara Umum) yang keteter dengan keterbatasan anggaran kita. Yang kedua dengan sedikitnya program yang berjalan tidak berarti lalu kita diam dan tidak bekerja. Tidak berarti kita medem (tidur),” ujarnya.
Parwata mengatakan meski dengan minimnya anggaran dan kegiatan yang diprogramkan berajalan, tetapi kegiatan Pengurus Harian tiap bulannya sambung menyambung. “Kalau kita lihat hampir setiap hari ada saja kegiatan. Mungkin baru sampai disitu ranah kita. Bagaimana menyahuti undangan, ajakan, permintaan dari eksternal umat Hindu maupun eksternal umat Hindu itu sendiri,” tuturnya.
“Sepertihalnya Pak Wisnu (Ketua Umum). Dalam cacatan saya beliau sudah hadir di 24 Provinsi. Bahkan ada provinsi yang sudah lebih dari tiga kali beliau datangi. Hal ini karena ada daerah yang memang aktif melakukan kegiatan. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan di daerah dan astungkara Pak Ketua Umum selalu menyanggupi untuk hadir,” jelasnya.
Parwata menambahkan, dalam catatan yang ada disekretariat dalam setiap harinya pasti ada kegiatan. Parwata mengatakan, dari tiga puluhan Pengurus Harian pasti setiap harinya mendapat disposisi untuk menghadiri kegiatan. “Dalam catatan saya bahkan pernah dalam satu hari kita hadir di lima tempat yang berbeda,” ujarnya.
“Mari kita untuk tidak berkecil hati dengan sedikitnya program yang dapat dijalankan. Karena di luar itu, sangat banyak kegiatan-kegiatan yang kita diikuti,” ungkapnya.
Dalam Rapat Kerja hampir seluruh Penguruh Harian, Badan, Lembaga, dan Yayasan dapat hadir dan menyampaikan evaluasi program tahun 2017. Selain melakukan evaluasi, dalam Rapat Kerja juga dilakukan penyusunan Program Kerja untuk tahun 2018. Ada beberapa program kerja di tahun 2017 yang belum dapat berjalan akan dimasukkan kembali pada program kerja tahun 2018 sehingga seluruh program yang direncanakan dapat dilaksanakan.
Sebelum Rapat Kerja dimulai, seluruh peserta yang hadir memanjatkan doa bersama dan Pitra Puja untuk paratra Ibunda Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan paratra Ir. Dharmasilen. Doa dimpin oleh Jero Mangku Isteri Dra. Ni Ketut Oka Harmini, M.M.
Oleh: admin