Mitos Batu Karang di Pantai Soka

Pantai Soka

(Pantai Soka)

Denpasar - Tak hanya terkenal dengan keindahan panoramanya, Pantai Soka ternyata menyimpan sejumlah mitos yang masih kita dengar sampai saat ini. Di sini terdapat sebuah batu karang berdiameter sekitar 3 meter, keberadaannya dikelilingi oleh laut. Bentuknya seperti periuk dan oleh warga dinamakan "Payuk Kebo Iwa". Sedangkan di sebelah baratnya terdapat batu karang, bentuknya menyerupai dapaur berukuran sekitar 1 x 20 meter.

Konon, di daerah pentai ini dahulunya terdapat seorang pemuda Bali bernama Kebo Iwa. Saking saktinya, dia memanfaatkan pantai ini sebagai dapur dan batu karang di Pantai Soka yang bentuknya menyerupai periuk itu adalah tempat dia untuk memasak. Sampai sekarang kita masih bisa menemukan batu karang yang terlihat seperti periuk dan dapur. Kebo Iwa sendiri merupakan seorang tokoh legenda yang sudah tidak asing lagi terdengan di telinga masyarakat Bali, dia adalah seorang pemuda yang sakti mendraguna., berbadan tinggi besar. Penduduk asli di sana mempercayai bahwa itu adalah periuk yang dahulunya milik Kebo Iwa.

Tidak jauh dari kawasan wisata ini terdapat Pura Luhur Serijong yang dibangun hampir bersamaan dengan Pura Rambut Siwi di Jembrana dan Pura Tanah Lot yakni pada abab XVI Masehi oleh Pedanda Sakti Bawu Rauh. Dan di sisi Timur Pantai Soka terdapat sebuah goa di tebing batu karang, disebut Goa Bulung Daya. Goa ini menjadi sarang bagi burung-burung walet. Pada hari raya dan bulan penuh (purnama) pantai ini dipadati oleh pengunjung dan oleh umat melaksanakan upacara keagamaan.

Lalu bagaimana dengan penataan Pantai Soka? Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupateng Tabanan I Wayan Adnyana ketika dikonfirmasi menjelaskan, Pantai Soka merupakan kawasan wisata terpadu Tabanan pantai mulai dari Kerambitan sampai Selemadeg Barat. Namun, kata Adnyana, pihaknya belum bisa berbuat banyak karena lahan di kawasan tersebut semua milik investor.

"Untuk pengelolaan kawasan tersebut Pemkab memang tidak memiliki kewenangan karena lahannya milik investor. Tidak bisa dibentuk badan pengelola seperti Tanah Lot atau Bedugul," jelas Adnyana.

Sementara terkait penataan Pantai Soka, diakui untuk pembenahan dan penataan kawasan Pantai Soka memang memerlukan dana tidak sedikit.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Paing, 7 Juni 2015