Pasrman Formal Hindu Pertama di Nabire, Papua

Nabire - Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hindu merupakan payung hukum bagi penguatan sradha umat Hindu di Indonesia. PMA 56 Tahun 2014 ini adalah hilir dari UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Dikeluarkannya PMA 56 Tahun 2014 berkat kerja keras bersama antara Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI.

Sebagai tindak lanjut dan implementasi dari PMA 56 Tahun 2014, pada 25 Februari 2016, dilakukan penyerahan ijin pelaksanaan pendidikan pasraman dan peresmian gedung Adi Widya Pasraman "Sutasoma" Bumi Raya Nabire, Papua.

Penyerahan ijin dan peresmian gedung pasraman dilakukan oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Drs. I Ketut Widnya , M.Phil. Ph.D. Turut hadir dalam acara peresmian ini yaitu Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos., MAP. Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nabire Reki Lumentah S.Pdk, Ketua Hubungan Internasional PHD1 Pusat, KS Arsana, Ketua PHDI Provinsi Papua, I Komang Alit Wardana, S.E, M.M, Dandim 1705/ Paniai Letkol Arh Yulian Iskandar, Danyon 753/AVT Letkol Inf Windarto, Direktur Pendidikan Hindu Drs. IB Gede Subawa, M.Si dan pejabat dari Dirjen Bimas Hindu lainnya serta Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Papua, I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.M.

Saat itu dilakukan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.Phil. Ph,D. dan peresmian penggunaan gedung pasraman oleh Bupati Nabire Isaias Douw. Pembangunan gedung pasraman yang diresmikan merupakan hasil swadaya masyarakat Hindu yang secara sukarela menghimpun dana hampir Rp. 500 juta untuk menyediakan lahan pembangunan pasraman dan bantuan dari Direktorat Jenderal Bimas Hindu sebesar Rp 1,3 miliar lebih untuk pembangunan pasraman.

Kabupaten Nabire dijadikan pilot project untuk pembangunan pasraman formal dan non-formal Agama Hindu pertama di Indonesia mengingat hasil penelitian di kabupaten ini toleransi kehidupan beragamanya sangat baik dan Pemda memberikan perhatian yang baik pada semua agama.

I Dewa Gede Sukawati, S.Pd pengusaha muda Hindu di Nabire yang juga Ketua Yayasan Subhatma Dharma yang mengelola Pasraman "Sutasoma" menyampaikan bahwa pasraman ini dibuat sebagai bentuk kepedulian umat Hindu di Nabire dalam membangun daerahnya, khususnya dari segi pendidikan. Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutannya mengharapkan agar pasraman ini menjadi wadah penyiapan kader-kader pemimpin Nabire dan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Sedangkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Reki Lumentah S.Pdk, mengharapkan pasraman ini bisa menj adi wahana bagi pengembangan pribadi dalam pengembangan kedisplinan, rasa sosial, tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan sejak dini bagi para siswa-siswi. (NLG Vivin Sania Dewi)

Source: Majalah Craddha Edisi Ke-70, Tahun XVI, Mei-Juni 2016