
Denpasar - Bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI, Senin (17/8), pengurus Maha Semaya Warga Pande (MSWP) hasil Pasamu-han Agung V dikukuhkan serta majaya-jaya di Pedharman Catur Lawa Ida Batara Ratu Bagus Pande di kompleks Pura Agung Besakih. Upacara tersebut di-puput Ida Sira Mpu Dhanna Dasi, Sira Mpu Nabe Sinuhun Geria Tamanbali, Bangli. Upacara majaya-jaya dihadiri Pengurus MSWP tingkat kabupaten, beberapa Penasihat Walaka MSWP di antaranya Jero Mangku Pande Suteja Neka (Koordinator), DR. (HC) Pande Ketut Krisna (Wakil Koordinator), disaksikan tamu kehormatan Putu Wirata Dwikora, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat.
Pengurus yang dilantik melalui proses majaya-jaya tersebut merupakan hasil Pasamuhan V MSWP di Ubud dengan susunan kepengurusan periode 2015-2020, sebagai Ketua Umum Kompyang Wisastra Pande, Ketua I Bidang Tata Keagamaan Prof. Dr. Nyoman Weda Kusuma, M.S., Ketua LT Bidang Tata Organisasi Ir. Made Sudiarsa, M.E., Ketua
Gede Santika, S.E. dan Ketua IV Bidang Harta dan Usaha Ir. Nengah Usdek Maharipa.
"Dengan pengurus baru ini kami berharap bisa menyusun program yang terus-menerus membenahi persaudaraan di antara warga Pande, termasuk di antaranya penyempurnaan tata cara diksa pariksa, agar tidak sampai terjadi permasalahan di antara warga dan semeton Pande," kata Ketua Umum dan Sekretaris Umum Kompyang Wisastra Pande dan Wayan Sutena.
"Kami sampaikan terima kasih kepada para sulinggih, walaka serta para donatur yang telah berpartisipasi dalam pasamuhan maupun acara majaya-jaya ini. Yang masih akan kita tuntaskan setelah pasamuhan di antaranya adalah mencetak buku merah tentang tattwa dan sila MSWP, dari buku yang sudah ada," kata Made Purya, Ketua Bidang Organisasi.
Kepengurusan baru ini melalui ketua-ketua bidang, diharapkan menyusun program yang tidak muluk-muluk, tetapi program yang realistis dan dapat dilaksanakan. Di antaranya membentuk yayasan yang berbentuk badan hukum, disertai pembukaan rekening bank, agar warga yang berniat menyumbang bisa melakukannya secara praktis, juga bisa dipertanggungjawabkan secara transparan. Dalam jangka pendek, pengurus juga memprogramkan rehab beberapa bangunan di kompleks Pura Catur Lawa, karena ada beberapa bagian yang lapuk dan bocor.
"Setelah yayasan terbentuk, kami akan ajukan proposal ke pemerintah, agar pemerintah ikut membantu," kata Wayan Sutena, Ketua Tim Pemenangan Sudirta-Sumiati di Karangasem.
I Wayan Sutena, S.H. dipercaya sebagai Sekretaris Umum MSWP didampingi Sekretaris I Ir. Agus Wiyasa Pande, Sekretaris LT Ir. Nengah Manumudhita, M.M., Sekretaris III I Nengah Mertha, Bendahara Umum Pande Komang Wayu Suteja, S.E., Bendahara I I Nyoman Gede Sugita, S.E., Bendahara H Pande Nyoman Sesen Astawa. Kepengurusan ini dilengkapi ketua bidang-bidang. Ketua Bidang Tata Keagamaan dan Kesulinggihan Drs. Pande Made Ra-mayadi, Sekretaris Dr. I Made Sura-da, Ketua Bidang Tata Organisasi Drs. I Made Purya dan Sekretaris Ir. Yogi Yasa Wedha, M.M., Ketua Bidang Kemasyarakatan I Nengah Buda Arsana, S.Ag., Sekretaris Drs. Nengah Warta, Ketua Bidang Harta dan Usaha Pande Putu Bambang Wirawan, Sekretaris I Ketut Astina. Memegang kekuasaan tertinggi adalah Paruman Pandita/Sira Mpu, yakni Sira Mpu Gede Karuna Putra, Sira Mpu Dharma Dasi, Sira Mpu Pande Aji, dengan 35 Sira Mpu selaku anggota Dharma Upapati yang ada di Bali maupun di luar Bali.
Sumber: Koran Bali Post, Rabu Kliwon, 19 Agustus 2015