PHDI Kota Semarang Gelar Kesenian di Pura Agung Giri Natha

Semarang - Sebagai wujud perayaan pergantian tahun, Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Semarang menggelar acara kesenian di Pura Agung Giri Natha Jalan Sumbing, Gajahmungkur, (31/12/2016).

Acara bertemakan ”Gelegar Tahun Baru 2017 dari Langit Pura Giri Natha”. Dua acara utama disajikan, yakni pertunjukan tarian dan pentas wayang orang. Tiga tarian dibabar malam itu, Tarian Panyem Brama, Topeng Tua, Monyer Bidadari. Adapun pentas wayang orang mengambil lakon ”Arjuna Mencari Wiwaha” dengan dalang Anak Agung Ketut Darmaja. Lakon tersebut mengisahkan proses pertapaan pemuda bernama Arjuna.

Dalam proses pertapaan tersebut dikatakan, Arjuna berubah menjadi Resi Indraloka, seperti yang dilakukan ayahandanya, Dewa Indra. Dewa Indra mencari lokasi pertapaan Arjuna. Kendati tergolong Dewa, namun Indra tak mudah menemukan Arjuna yang sedang mandita. Gunung dan hutan dilalui sebelum akhirnya menemukan sosok yang dicarinya tersebut.

Maka, bertanyalah Dewa Indra kepada Arjuna tentang alasan tapa bratanya. Sang dewa tahu kalau Arjuna banyak godaan saat bertapa. Meski banyak wanita yang menggoda namun Arjuna tetap khusyuk bertapa.

Ketua PHDI Kota Semarang Nengah Wirtadarma menjelaskan,” Arjuna Mencari Wiwaha” mengandung pesan jika ingin mencapai kesuksesan seseorang harus berani menahan nafsu duniawi. Menurutnya, rangkaian acara tersebut baru kali pertama di gelar di Pura Agung Giri Natha.

”Pelaksanaannya kita barengkan dengan perayaan pergantian tahun. Acara ini tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam bersosial dan beragama. Persoalan vertikal manusia tidak bisa dicampur aduk, ”kata Nengah.

Source: www.suaramerdeka.com