Piodalan Pura Uluwatu

Badung - Usai piodalan di Pura Sakenan, minggu ini, perhatian umat Hindu pada piodalan di Pura Luhur Uluwatu, Badung. Pura yang terletak di ujung selatan Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dantinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan sebagai penyangga dari sembilan mata angin.

Berdasarkan beberapa sumber, pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci abad 11 bernama Empu Kuturan. Pura ini juga dipakai imtiii memuja pendeta suci berikutnya yaitu Dang Hyang Nirartha yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan moksah/ngeluhur di tempat ini.

Pura Uluwatu terletak di ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra. Sementara yang berstana di Pura Luhur Bejurit (jurit) yakni Ratu Bagus Bejurit. Pura Pengayengan Luhur Bejurit terletak di bawah. Sedangkan Luhur Bejurit berada di atas, berdampingan dengan Pura Uluwatu.

Piodalan di Pura Luhur Uluwatu jatuh pada Selasa (4/8) mendatang bertepatan dengan Anggara Kasih Medangsia. Pengempon Pura Uluwatu dari Puri Agung Jro Kuta, A.A. Jaka Pratidnya alias Ngurah Joko mengungkapkan upacara diawali dengan prosesi mundutpatapakan Batara Dewa Agung Sakti dari Pura Parerepan Desa Pecatu menuju Pura Uluwatu. Prosesi ini dimulai pukul 09.00 wita dengan berjalan kaki sekitar delapan kilometer.

Puncak piodalan dipuput Ida Pedanda Gede Oka Karang dari Griya Karang Tegeh Lumintang dan Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Griya Telaga Tegal. Mulai Kamis hingga Jumat, katuran pangayar secara bergilir oleh Pemkab Badung dimulai dari Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Ida Batara masineb Jumat (7/8) mulai pukul 09.00 wita dilanjutkan dengan pangilen-ilen dan pedaten-gan serta ngaturang guru bendu piduka.

Untuk itu, umat Hindu yang akan pedek tangkil selama piodalan diminta melakukan persembahyangan mulai dari Pura Pesa-mbiangan Ratu Gede, Pura Jurit, dan Pura Uluwatu. Selama piodalan, jaba tengah dan dalem pura tertutup untuk wistawan.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Pon, 2 Agustus 2015