
(Foto: Ribuan umat lintas agama ikuti Saka Yoga Festival di Buperta Cibubur, Minggu 25 Maret 2018)
Jakarta – Dalam rangka perayaan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1940, Panitia Nasional menyelenggarakan Saka Yoga Festival yang diikuti sekitar 3.000 lebih umat lintas agama di Bumi Perkemahan dan Taman Wisata (Buperta), Cibubur, Minggu 25 Maret 2018.
Kegiatan Saka Yoga Festival begitu meriah karena dihadiri langsung Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Farida Moeloek, SpM (K). Terlebih pelaksanaan Saka Yoga Festival diawali dengan video teleconference antara Menteri Kesehatan dengan umat Hindu di daerah yang juga turut serta melaksanakan yoga massal.
Ketua Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Menteri Kesehatan yang telah berkenan hadir dalam kegiatan Saka Yoga Festival. Nyoman mengatakan, ada empat kegiatan pokok yang dilakukan Panitia. Pertama seminar-inspirasional yang menghadirkan pembicara lintas agama.
“Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak Prof Nasarudin Umar, Ketua BPIP Bapak Yudi Latief, dan Mantan Rektor Unhan Bapak Letjen TNI (Purn) Dr. I Wayan Midhio. Melalui seminar tersebut diharapkan keragaman dapat direkatkan kembali,” ujarnya.
Kedua Tawur Agung Kesanga di Pelataran Candi Prambanan yang dihadiri Menteri Agama. Kegiatan Tawur Agung Kesanga, kata Nyoman, diikuti kurang lebih lima ribu umat.
“Kegiatan ketiga yaitu bhakti sosial yang dirangkai dengan yoga massal, penyuluhan tentang bahaya narkoba, donor darah serta kegiatan sosial lainnya. Pada tanggal 30 Maret nanti juga akan dilaksanakan bhakti sosial berupa pengobatan gratis serta penanaman pohon di Klaten, Jawa Tengah,” terangnya.
Kegiatan keempat yaitu Dharmasanti Nasional yang akan dilaksanakan di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap dan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat khususnya umat Hindu harus menjaga kesehatan. Selain itu, kata Wisnu, hal yang paling penting dijaga adalah etika dalam bermasyarakat.
“Jaga etika satu dengan yang lain. Kita harus rukun, saling menghormati, saling mencintai satu dengan yang lain. Agar bangsa Indonesia semakin kuat,” ujarnya.
Wisnu mengajak umat Hindu ke depan agar semakin cerdas dan pintar dalam menghadapi perkembangan zaman. Wisnu mengatakan, saat ini marak kasus narkoba, HIV/AID, dan korupsi terjadi.
“Hat-hati umat Hindu semuanya jangan sampai keluarga besar kita terjerembab dalam narkoba, HIV/AIDS, KKN dan kasus yang lainnya. Saya mengajak umat Hindu di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga kebugaran jiwa dan raga, menjaga kebersihan, bersih lingkungannya, bersih hatinya, udara bersih, kita menjadi sehat,” tutupnya.
Yoga Cara Mereformasi Diri
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K) mengatakan kegiatan Saka Yoga Festival dalam rangka hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 diharapkan dapat menjadi sarana untuk mereformasi diri agar menjadi semakin baik. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas diri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Pelaksanaan yoga ini lebih digiatkan lagi kepada seluruh lapisan masyarakat yang terutama adalah keluarga. Dengan demikian dapat mendorong pelaksanaan yoga yang maksimal dan massif sehingga hasilnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan setiap individu untuk menjadi insan yang lebih baik,” katanya.
Menurutnya, kegiatan yoga ini merupakan bagian dari Germas. Kegiatan ini bertajuk Germas Menuju Masyarakat Yang Sehat, Bugar dan Produktif. Nila mengatakan, hal ini sangat relevan dengan program Kementerian Kesehatan dan sangat sesuai dengan pesan Germas untuk meningkatkan aktifitas fisik masyarakat.
“Aktifitas fisik yang tepat, terukur dan teratur diharapkan akan menyehatkan bukan hanya fisik, melainkan juga mental spiritual masyarakat. Sebab, akhir-akhir ini masalah kesehatan jiwa termasuk stress cenderung meningkat di kalangan masyarakat kita,” ucap Nila.
Nila berharap agar peran serta masyarakat dalam kegiatan di bidang kesehatan, utamanya promotif, preventif, termasuk Germas akan semakin meningkat di masa mendatang.
“Saya ucapkan selamat hari raya Nyepi dan selamat tahun baru Saka 1940 kepada segenap umat Hindu yang hadir pada acara ini. Penghargaan saya sampaikan kepada Panitia Bhakti Sosial dan Kesehatan dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang telah berperan serta dan mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan kesehatan,” ujarnya.
Selain kegiatan Saka Yoga Festival, panitia juga melaksanakan aksi donor darah dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Sebanyak 127 kantong darah yang didonorkan. Panitia juga menyiapkan kuliner sehat Nusantara yang merupakan partisipasi masyarakat se-Jabodetabek dalam rangka penggerakan ekonomi umat.
Turut hadir dalam Saka Yoga Festival, Dirjen Bimas Hindu Prof. Drs. I Ketut Widnya, Ketua Umum BERSAMA Mayjen Pol (Purn) IGM Putera Astaman, Ketua Umum WHDI Pusat Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwima, jajaran pengurus PHDI dan WHDI, serta umat dari lintas agama.
Oleh: admin