
(Foto: Anggota DPR RI Masinton Pasaribu (kelima dari kiri), Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (tengah) foto bersama dengan Pengurus DPN Peradah Indonesia)
Jakarta – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indonesia) merayakan Hari Ulang Tahun ke – 34 di Gedung Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Minggu 11 Maret 2018. Perayaan HUT ke-34 tersebut mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, Berbeda – Beda Tetapi Tetap Satu Jua”.
Dirgahayu Peradah Indonesia tersebut dihadiri Anggota DPR RI Masinton Pasaribu yang mewakili Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Pengurus Peradah seluruh Indonesia, para tamu undangan yang mewakili komponen masyarakat, dan alumni Ketua Umum Peradah Indonesia. HUT ke-34 dimeriahkan dengan tarian dari tanah Papua, tarian Ondel-Ondel dari Kesenian Betawi, dan pemotongan tumpeng.
Ketua Umum DPN Peradah Indonesia D. Sures Kumar, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia Peradah Indonesia sudah 34 tahun, yang dalam asumsinya bahwa Peradah Indonesia bukan lagi dalam masa belajar dan masa eksperimen, melainkan sudah bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Mengingat kondisi bangsa Indonesia yang semakin banyak isu-isu yang menyesatkan seperti adanya hoax. DPN Peradah ingin mengingatkan kembali untuk mengikat bersama-sama sebagai momentum dan jangan sampai terjadi pecah belah,” ujarnya.
Sures Kumar menambahkan, dalam menyikapi berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemangku kepentingan, maka pemuda harus merujuk pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Mengingat tema yang diambil itu, Sures Kumar mengajak komponen masyarakat dapat mengedepankan hati yang jernih dan bisa menyejukan suasana di masyarakat.
"Mengmbil tema Bhinneka Tunggal Ika, apapun yang terjadi kita kedepankan hati kita yang jernih dan bisa menyejukan suasana di masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, pemuda harus berani, jujur, mandiri, dan kerjasama. Hal ini sesusai dengan ajaran kepemimpinan dalam Hindu yaitu Asta Brata.
"Memiliki sikap sesuai dengan ajaran Asta Brata yaitu untuk membela yang benar. Kepemimpinan Astra Brata berperilaku seperti matahari, bintang, bulan, air, api, angin, dan samudera. Inilah delapan kepemimpinan dalam agama hindu," ujarnya.
Masinton Pasaribu mengingatkan kembali sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI, untuk memudahkan adanya perekat yang perlu dilestarikan oleh generasi muda. Namun di dalam sosialisasi MPR RI ungkap Masinton, terdapat tantangan besar yaitu adanya pasar bebas dan fundamental bangsa Indonesia.
Dalam Pancasila yang dirumuskan Presiden RI Soekarno terdapat lima pasal. Jangan melupakan sejarah atau biasa disebut aktor politik adalah jas merah. “Bagi pemuda dalam memahami Pancasila, harus mengedepankan gotong royong. Di dalam gotong royong tidak membedakan status baik suku, agama, dan ras untuk menguatkan bangsa Indonesia,” jelasnya.
Source: beritalima.com