Syukuran HUT ke-56 Korem 163/Wira Satya Perkuat 'Menyamabraya' sehingga Makin Dicintai Rakyat


(Foto: Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menghadiri syukuran HUT ke-56 Korem 163/Wira Satya, di lapangan Mokorem, Denpasar, Bali)

Denpasar - Syukuran hari ulang tahun (HUT) ke-56 Korem 163/Wira Satya digelar di Lapangan Makorem, Denpasar, Selasa (28/2) kemarin. Ke depan Korem diharapkan semakin dicintai rakyat, dengan memperkuat menyamabraya dan akan dibangun security gotong royong untuk menjaga Bali semakin aman dan kondusif. Selain itu, dalam hal keamanan, Korem beserta jajaran dalam rangka pembinaan teritorial untuk mengantisipasi berbagai ancaman harus melakukan upaya deteksi dan cegah dini, sehingga ancaman tersebut tidak terjadi.

Selaian pejabat Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot, Kepolisian, tokoh masyarakat dan adat, kegiatan syukuran itu juga dihadiri puluhan penyandang disabilitas khusunya cacat kaki. Tamu istimewa yang hadir yaitu mantan Pangdam XI/Udayana yang saat ini Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto WIdiatmiko.

"Kami akan serahkan 28 kaki palsu. Ini merupakan wujud setitik kasih sayang Korem 163/Wira Satya kepada masyarakat Bali," kata Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa.

Sejak kelahiran Korem 56 tahun silam, lanjut Cantiasa, sudah banyak tugas dan pengabdian telah dilaksanakan sebagai satuan teritorial, serta menjaga stabilitas keamanan Bali. "Rangkaian keberhasilan itu merupakan bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat. Perjalanan panjang Satuan Korem 163/Wira Satya dicapai hingga kondisi Bali seperti sekarang, tidak lepas dari tuntunan dan binaan pimpinan Kodam, dalam hal ini Bapak Panglima Kodam," ujarnya.

Selama ini Korem bersama Kepolisian dan instansi terkait berkerja keras menjaga keamana dan stabilitas Bali. Meminimalisasi bentrok ormas, dilaksanakan swepping di lapas dan patroli gabungan. "Upaya ini harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, bersinergi dengan Kepolisian, Pemda da masyarakat. Tema peringatan tahun ini yaitu "Bersama Rakyat, Korem 163/Wira Satya Kuat, Hebat, Profesional, Dicintai Rakyat dan Siap Laksanakan Tugas," tegas Danrem asal Buleleng itu.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmiko, dalam sambutannya sebagai Pangdam dan pribadi mengucapkan selamat ulang tahun kepada Korem 163/Wira Satya dan jajarannya. Pangdam mendoakan supaya syukuran ini bermanfaat dan berkah positif bagi kemajuan pelaksanaan tugas pokok Korem. Momentum peringatan tahun ini selayaknya dijadikan sarana intropeksi diri atas semua pelaksanaan tugas. Dijadikan bahan evaluasi dalam menuju prestasi kerja nyata dan aksi nyata Korem di masa mendatang. "Pada kesempatan bahagia ini, saya ucapkan terimakasih dan perhargaan kepada segenap prajurit dan PNS Korem atas pengabdian dan kerja kerasnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Korem dan Kodam dengan sangat baik. Ada berita gembira yang ingin saya sampaikan, walau Pak Nyoman (Danrem-red) masih dicintai masyarakat Bali, beliau dalam waktu dekat mendapat promosi, bintangnya segera turun (Brigadir Jenderal)," ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, melalui perayaan syukuran dalam suasana bersahaja itu, diharapkan kekuatan TNI-rakyat semakin kuat dan tetap memegang teguh konsep bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Seperti sapu lidi, pemerintah dan rakyat harus benar-benar solid, public relation-nya lancar. Dengan demikian, pemimpin dan rakyat terjalin atau bisa berkomunikasi sehat, gembira, dan hasilnya lebih bagus. "Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tulus, dan jiwa merah putih," ujarnya.

Menurut mantan Pangdam IX/Udayana ini, kinerja Korem makin baik. Pihaknya akan mendorong dan mendoakan supaya prestasinya terus meningkat. "Seperti sapu lidi, harus saling asah, asih, asuh. Program menyamabraya yang utama, apalagi di Bali jadi contoh sebagai tempat pariwisata terkenal di dunia. Sekarang saya di PHDI, ingat selalu kepada Tuhan supaya pikiran, kecerdasan, dan akal sehat dikendalikan oleh hati supaya Sad Ripu jadi Sad Guna," ungkapnya.

Source: Koran Bali Post, Rabu Kliwon, 1 Maret 2017