
Denpasar - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dipa Bhawana Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar seminar umum di Aula Rektorat Lantai 3 UNHI Denpasar pada Jumat 12 Juni 2015. Seminar umum itu mengangkat tema yang berjudul “Ritual Mewah dan Kemiskinan di Bali”. Seminar tersebut dibuka langsung Rektor UNHI Dr. Ida Bagus Dharmika, MA.
Selain Rektor UNHI Dr. Ida Bagus Dharmika, MA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, I Nyoman Partha, SH.juga sebagai narasumber. Seminar Umum pada kesempatan kali ini,dihadiri oleh 2 sulinggih, yaitu Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Sri Satya Jyoti dari Griya Agung Waisnawa, Sesetan dan Ida Pandita Mpu Jaya Nangka Brahmana Putra dari Peguyangan. Seminar itu dihadiri oleh 200 orang peserta dan civitas akademika UNHI.
Narasumber pertama , I Nyoman Partha SH., membawakan materinya tentang “Ritual Berlebih dan Kemiskinan”, dalam pemaparannya, Nyoman Partha menanyangkan sebuah data survey hasil pengamatan Badan Statistik Daerah Provinsi Bali tahun 2012, salah satunya Upacara agama atau adat lainnya menjadi kebutuhan masyarakat cukup tinggi serta fenomena yang terjadi di masyarakat Bali menjadi faktor penyebab kemiskinan di Bali. “Ajaran Hindu meyakini setiap tubuh manusia ada atman, roh,bhuwana alit atau mikrokosmos. Hindu juga meyakini Atman Brahman Aikyam, Atman dengan Brahman, Bhuwana Agung . Dengan demikian, membantu dan mengabdi kepada orang-orang miskin merupakan sesuatu yang harus kita jalankan di Bali” ujar Nyoman Partha dalam paparanya.
Sementara itu, Drs. Ida Bagus Darmika, MA menyampaikan bahwa kata kunci dalam beryadnya adalah tulus ikhlas. Ida Bagus Darmika mengatakan, alasan umat membeli banten di era sekarang ini adalah karena ingin mudah dalam melakukan beryadnya. Tidak ingin sibuk dan agar bisa lebih ekonomis. “Bagi mereka yang punya uang bisa berkembang dan terbentuk, paradigma manusia saat ini terhadap ekonomi yang capital," paparnya.
Ia mengatakan, ritual juga sebagai sarana komunikasi dan solidaritas umat dan sudah jelas terjadi kontak di berbagai sektor di wilayah tempat manusia itu tinggal. Beliau juga menyatakan banten merupakan identitas umat hindu di Bali." Jngan terlalu gengsi, dan mempunyai keinginan yang berlebihan untuk melaksanakan ritual," ucap Ida Bagus Darmika.
Melalui adanya seminar ini, akan dihasilkan sebuah karya tulis berupa prosiding yang akan dicetak oleh rektorat UNHI, sebagai bukti upaya tindak lanjut dari diskusi dalam seminar umum yang telah berlangsung, dengan tema Ekonomi Hindu yang bertajuk, “Ritual Mewah dan Kemiskinan di Bali” . Terakhir, diharapkan untuk generasi muda Hindu di Bali patut melestarikan budaya Bali salah satunya adalah banten, dengan cara belajar membuat banten yang sesungguhnya,baik itu nista, madya,dan utama, agar tidak terjadi kekeliruan terhadap banten itu sendiri.
Source: I Putu Dita Yasa l Mahasiswa UNHI Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen