
Kudus - Perayaan keagamamaan dimasing-masing agama memiliki makna agung bila ditelaag dengan mendalam. Sebagaimana dalam agama Hindu dalam perayaan Hari Saraswati.
"Hari Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan dan dirayakan umat Hindu setiap 210 hari atau tiap 6 bulan. Khususnya pada Sabtu (Saniscara) atau Umanis (legi) atau Watugunung," kata Moh Rosyid, pegiat Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap), kemarin.
Lebih lanjut, Rosyid menjelaskan perayaan untuk memuji Dewi Saraswati merupakan isteri Brahma yang melindungi, melimpahkan pengetahuan, kesadaran (widya) dan sastra bagi manusia.
"Saraswati disimbolkan wanita cantik bertangan 4 yang memegang genitri (Tasbhi) dan kropak (lontar), mina (alat musik/rebab) dan sekuntum bunga teratai. Umat Hindu di Kudus Sabtu, (25/6) pukul 18.00-20.00 WIB melaksanakan perayaan Saraswati di rumah Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kudus, I Putu Dantra, Desa Rendeng Rt.3/4 Kecamatan Kota, Kudus, Jateng," ungakapnya.
Acara tersebut dihadiri umat Hindu di kudus dengan pimpinan doa Agung Oka dengan tiga kali persembahyangan ke hadapan Sang Hyang Widhi (Cisa Raditya), Tri Purusa, dan Dewi Saraswati.
Ketua PHDI Kudus, I Putu Dantra berharap dengan perayaan Saraswati agara turunnya ilmu pengetahuan yang suci pada umat Hindu dan bangsa Indonesia dapat mewujudkan kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan kecerdasan umat manusia.
"Kami berharap agar umat Hindu selalu semangat dalam melaksanakan ajaran agama dan menjaga kekompakkan dengan kemunitas lintas agama di Kudus. Sehingga umat Hindu dapat mewarnai kiprahnya membangun bersama-sama warga kudus," tandasnya.
Source: rakyatmuria.com