Wedakarna Jadi "Upasaksi Agung" Sucikan Arwah Leluhur Sriwijaya

Sumsel - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastera-putra Suyasa III mendapatkan kehormatan untuk menjadi upasaksi agung pada upacara Sedekah Bumi dan Entas-entas (Pitra Yadnya) untuk menyucikan arwah leluhur Kerajaan Sriwijaya di tanah Sumatera. Upacara yang diadakan di Candi Bumi Ayu ini diikuti oleh ribuan umat Hindu yang jerasal dari Sumsel, Lampung, Jambi, Bangka Belitung, Medan dan bahkan dari Jawa, Sulawesi dan Bali.

Tampak hadir Ida Pedanda Sebali Tianyar Arim-bawa (Dharma Adyaksa PHDI Pusat), Prof. I Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu Kemenag), Agung Surya (Pejabat Provinsi Sumsel), Sulinggih Panditha Mpu Jaya Acharya Nandha (Pamuput Karya) dan Apriyadi (Bupati Pali).

Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna menyatakan apresiasinya kepada PHDI dan umat Hindu di Sumsel atas inisiatif hebat acara menyucikan sejarah leluhur. "Tahun 2012 kita sudah sucikan atma leluhur Majapahit di Trowulan Jatim, tahun 2013 kita sucikan leluhur Padja-jaran di Candi Cangkuang Jabar, tahun 2014 kita adakan upacara Atma Wedana leluhur Mataram di Keraton Mangkunegaran Solo, Jateng. Dan saat ini, atas usaha PHDI Muara Enim kita adakan upacara di Bumi Ayu, Sumsel ini.

Inilah ciri-ciri kebangkitan Hindu Nusantara sesuai ramalan Sabdo Palon Nayogenggong. Atas restu Tuhan Krisna, di tanah Sumatera kini bermunculan Candi Bahal di Sumut, Candi Muara Takus di Riau, Candi Muaro Jambi dan kini puluhan situs termasuk Candi Bumi Ayu di Sumsel. Saya kan sudah sering sampaikan, bahwa kebangkitan itu sudah di depan mata. Dan orang Bah, umat Hindu di luar Bah akan menjadi pemicunya," pungkas Ratu Ngurah Wedakarna.

Di akhir acara, Ratu Ngurah Wedakarna menyerahkan Prasasti Upasaksi Agung kepada Bupati Pali dan meminta jaminan perlindungan umat Hindu beryadnya di Candi sesuai UU No.ll Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Sumber: Koran Bali Post, Rabu Umanis, 5 Agustus 2015