Workshop Kerukunan Intern Umat Hindu Hasilkan Dua Rekomendasi


(Foto: sulteng.kemenag.go.id)

Palu - Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H. Sudarto membuka secara resmi kegiatan workshop pembinaan kerukunan intern umat hindu se provinsi sulawesi tengah (9/11) malam yang di selenggarakan oleh Pembimas Hindu Kemenag Prov. Sulteng bertempat di Swessbel hotel palu. Workshop Kerukunan Intern Umat Hindu Prov. Sulawesi Tengah dilaksanakan selama 3 (Tiga) hari, mulai tanggal 09 s.d 11 November 2015 di ikuti 120 orang peserta se provinsi sulawesi tengah.

H. Sudarto dalam sambutannya menyampaikan Kerukunan Intern Umat Beragama merupakan pondasi penting yang mesti lebih dulu di bangun, dikuatkan dan di perkokoh dalam rangka mewujudkan kerukunan eksternal baik dengan umat agama lain maupun pemerintah. hal ini disebabkan antara manusia yang satu dengan yang lain memiliki banyak perbedaan. jadi meskipun sama sama menganut agama hindu belum tentu mempunyai pendapat yang sama dalam menyikapi sesuatu.

Kerukunan intern juga tak lepas dari sejumlah dinamika seperti multikulturalisme, kelembagaan maupun antar tokoh yang kesemuanya muncul dari perbedaan cara pandang. olehnya itu, bila tiap perbedaan terus dipertentangkan dan di dalam jiwa tiap insan tidak memiliki spirit kerukunan yang kuat, niscaya akan menimbulkan riak riak yang menggangu kestabilan kerukunan intern itu sendiri.

Olehnya itu, pemerintah provinsi sulawesi tengah menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. sebagai sarana edukasi untuk memberikan pemahaman yang komprensif akan makna kerukunan umat hindu sulawesi tengah, guna meningkatkan peran aktif dan kerjasama tokoh agama serta lembaga keagamaan hindu dalam membina umat hindu sehingga terwujud masyarakat hindu yang hidup rukun, damai dan toleran.

Wakil Gubernur berharap, dengan bekal kerukunan intern umat hindu di sulawesi tengah, akan berkorelasi positif terhadap kerukunan eksternal dengan umat agama lainnya di sulawesi tengah, sehingga kehidupan yang aman, rukun, damai sejahtera dan toleran bisa terus terpelihara dengan baik.

Di Negara Indonesia berbagai macam ras, agama, budaya semuanya kita miliki. Olehnya itu, pemerintah telah merencanakan konsep tri kerukunan untuk umat beragama, tri kerukunan umat beragama tersebut ialah kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragam serta kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Serta empat pilar yang di sepakati oleh seluruh rakyat indonesia sebagai nilai-nilai perekat bangsa yaitu pancasila dan UUD 1945 ujar Kakanwil Kemenag Sulteng H. Zulkifli Tahir dalam sambutannya.

Untuk menjaga perbedaan-perbedaan pandangan dalam satu agama bisa melahirkan konflik di dalam tubuh agama itu sendiri terjadi perbedaan yang nyata, kemudian lahir pula perbedaan dalan menafsirkan, penghayatan, kajian tersebut dapat diwujudkan dengan adanya pendekatan Kitab Suci (Weda) terbukti mampu mendisharmoniskan intern umat beragama. hal inilah yang menjadi tugas pokok dari setiap tokoh agama maupun pemangku kepentingan.

Dalam kaitan tersebut ada strategi yang perlu dilakukan seperti, memberdayakan institusi keagamaan, artinya lembaga-lembaga keagamaan kita dayagunakan secara maksimal sehingga akan mempercepat penyelesaian konflik intern umat hindu maupun antar umat beragama. Membimbing umat beragama agar makin meningkatnya keimanan dan ketakwaan mereka pada Tuhan Yang Maha Esa, fungsionalisasi pranata lokal seperti  adat istiadat, tradisi dan norma-norma yang tidak kaku yang akan mendukung upayah keharmonisasian dan kerukunan. Banyak cara untuk  menciptakan kerukunan intern umat beragama adalah dengan  meningkatkan hubungan melalui komunikasi.

Sebelum mengahiri sambutannya kakanwil Kemenag Sulteng H. Zulkifli Tahir memberikan apresiasi kepada Pembimas Hindu Kemenag yang telah banyak memberikan terobosan-terobosan baru terkait dengan kegiatan kerukunan. ia berharap untuk tahun kedepan agar lebih di tingkatkan lagi ujarnya.

Dalam laporannya Anak Agung Ananta Putra menyampaikan Program Workshop Pembinaan Kerukunan Intern Umat Hindu Se Prov. Sulawesi Tengah merupakan program dalam rangka meningkatkan komunikasi dalam memberikan pemahaman kepada Umat  Hindu untuk mewujudkan toleransi Hindu dalam bingkai Tri Kerukunan serta memberikan pemahaman tentang pentingnya Harmonisasi hubungan intern umat Hindu dalam kearifan lokal yang bernafaskan Hindu.

Kegiatan ini bertemakan “melalui kerukunan interen umat hindu kita tingkatkan pesemetonan serta taat beragama , cerdas, mandiri menuju loka samgraha dan santi”. Workshop ini bertujuan Untuk menjalin Komunikasi, koordinasi dan sinergi antara pemerintah, tokoh dan masyarakat guna meningkatkan kualitas kerukunan umat Hindu, Untuk meningkatkan simakrama/sitalurahmi antara pemerintah dengan lembaga umat hindu serta meningkatkan  profesional dalam pelayanan umat Hindu dan Untuk Memantapkan kerukunan Intern Umat Hindu menuju kehidupan yang harmoni dan Santih Jagathita.

Workshop Pembinaan Kerukunan Intern Umat Hindu se Provinsi Sulawesi Tengah resmi di tutup oleh Pembimas Hindu Kementerian Agama(Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah(Prov. Sulteng) Anak Agung Ananta Putra S.Ag. MM, mewakili Kakanwil Kemenag Prov tanggal 11 November 2015.

Dalam arahannya Anak Agung Ananta Putra S.Ag, MM, mengucapkan terima kasih kepada peserta kegiatan, yang sudah menghasilkan dua rekomendasi yaitu rekomendasi tentang perubahan tepologi dan rekomendasi tentang pengangkatan tenaga P4A dan usulan untuk rekrutmen SDM tentang guru agama hindu di sulawesi tengah. selaku Pembimas Hindu Kemenag Prov. Sulteng kami akan teruskan kepada instansi terkait serta kami kirimkan ke parisade provinsi untuk di ketahui.

Untuk program di tahun 2016, kami sudah melakukan penyusunan anggaran pagu definitif 2016, kami juga memprogramkan anggaran kelembagaan hindu. olehnya itu, kepada parisade dan WHDI serta perada untuk mengajukan proposal untuk 2016. karena tanpa ada proposal kami tidak bisa mencairkan bantuan kepada lembaga tersebut. setelah kami berdiskusi dengan Direktur Bimas Hindu, termasuk arahan Dirjen Bimas Hindu Kemenag bahwa di tahun 2016 sampai 2017 ada prioritas tentang pembangunan  sekretariat lembaga hindu yang namanya yaitu parisade hindu.

Seluruh Pembimas Hindu akan melakukan pertemuan terkait dengan tehnik aplikasi pelaporan keuangan dan penetapan pelaksanaan utsawa dharma githa tingkat nasional. olehnya itu, Anak Agung mengharapkan dukungan parisada untuk membantu mensukseskan utsawa dharma githa di tingkat kab/kota, provinsi dan tingkat nasional nantinya. Penutupan kegiatan workshop ini di rangkaikan dengan penyerahan dokumen dari peserta workshop kepada Pembimas Hindu Kemenag Sulteng.

Hadir pada kegiatan ini Ketua PHDI Prov. Sulteng, Pemuka agama hindu, guru-guru agama hindu, tokoh masyarakat dan umat hindu serta para parisada Kab/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini di rangkaikan dengan penyerahan bantuan rumah ibadah yang di serahkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang di dampingi Kakanwil Kemenag Sulteng.

Sumber: sulteng.kemenag.go.id