Lantunkan Gita untuk Kesejahteraan Rohani
kategori: Artikel Baru
Bernyanyi merupakan kodrat manusia untuk mengekspresikan kegembiraan hatinya dan juga untuk mengatasi kesedihan. Hidup senang dan tenang merupakan dambaan manusia yang normal pada umumnya. Hidup bersenang-senang tanpa kendali bisa berbalik menjadi hidup susah menderita. Karena itu hidup senang yang dikendalikan dengan jiwa tenang itulah yang lebih utama. Agar bisa hidup senang dengan tenang itu salah satu dari banyak cara adalah dengan bernyanyi untuk mendapatkan vibrasi keheningan.
selengkapnya
Agnihotra di Zaman Modern
kategori: Artikel Baru
Belakangan ini saya lihat sebagian umat Hindu Bali melakukan ritual Agnihotra yang dikolaborasikan dengan ritual tradisi Bali, seperti ritual Melaspas Sanggah, Ngaben, Telubulanan, Pawiwahan, dan lain-lain. Agnihotra memang ada dalam Weda dan di India masih tetap ada. Karena dewa api atau dewa Agni adalah saksi wajib dalam setiap upacara. Dulu di era Majapahit, konon umat selalu melakukan Agnihotra, tetapi sempat dihentikan karena pernah ada insiden yakni karena apinya sangat besar dan mengakibatkan kebakaran kemudian upacara ini dihentikan dan dimodifikasi dengan Pasepan atau Takepan Sambuk.
selengkapnya
Tanah dan Langit: Klasifikasi Simbolisme Yang Dualistik
kategori: Artikel Pilihan
Manusia pada hakikatnya berasal dari pertemuan langit dan tanah, manusia hidup di atas tanah dan di bawah langit, mati pun kembali ke tanah dan langit. Hubungan antara manusia dan tanah sangatlah erat tidak mungkin dipisahkan, demikian juga hubungan manusia dengan langit. Kelangsungan hidup manusia sangat tergantung dari keberadaan tanah, dan sebaliknya, tanah pun memerlukan perlindungan manusia untuk eksistensinya sebagai tanah yang memiliki makna dan fungsi.
selengkapnya
Peteng Pitu
kategori: Artikel Baru
Lwirning mandadi madaning jana surupa dhana guna-kulina yowana/ lawan tang sura len kacuran agawe wereh i manahikang sarat kabeh/ yan wwanten sira sang dhanecwara surupa guna dhana kulina yowana/yan tan mada maharddhikeka pangaranya sira putusi sang pinandita//
selengkapnya
Leadership Dalam Agama Hindu [3]
kategori: Artikel Baru
Menanamkan ajaran kepemimpinan sesuai sumber suci agama Hindu kepada para generasi muda (sekati teruna) atau kelompok muda-mudi bangsa Indonesia, para pemimpin dalam bidang kependidikan seperti kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para pengawas ataupun komponen kependidikan yang lainnya dalam bidang pendidikan dari berbagai jenjang adalah upaya positif dan terpuji untuk meningkatkan pemahaman serta praktek kepemimpinan Hindu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
selengkapnya
Kisah Legenda Calonarang: Janda Tua Yang Sakti
kategori: Artikel Baru
Petilasan calonarang yang hidup saat zaman Raja Airlangga masih bisa ditemui hingga saat ini. Calonarang ini diceritakan sebagai sebagai seorang rondo (janda) yang menguasai ilmu hitam dan penganut aliran durga yang sakti dan jahat. Ia dijuluki “Rondo Naten Girah” (janda yang tinggal di Girah). Karena sangat jahat, warga menamainya Calonarang. Ia juga mempunyai banyak murid, yang semuanya adalah perempuan.
selengkapnya
Hakikat Pagerwesi dan Kaitannya dengan Catur Purusa Artha
kategori: Hari Suci
Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik pendeta maupun umat walaka.
selengkapnya
Banyu Pinaweruh: Bersihnya Jiwa Dengan Air Pengetahuan
kategori: Hari Suci
Setelah merayakan piodalan Saraswati, pada Minggu Paing Sinta umat Hindu melanjutkannya dengan malaksanakan prosesi Banyu Pinaruh. Sarana pelaksanaan Banyu Pinaruh menggunakan air kembang (kumkuman). Kumkuman itu dibawa ke tempat-tempat sumber air seperti pancuran, segara, sungai, beji yang diyakini sebagai tempat penyucian atau peleburan mala atau kotoran batin. Di situ umat membersihkan diri, keramas dan mandi. Tetapi jika tak sempat ke tempat-tempat seperti itu, umat bisa melakukannya di rumah.
selengkapnya
Caru Adalah Memaknai Ruang dan Waktu
kategori: Upacara
Setiap upacara agama yang berdasarkan Veda selalu ada lima unsur yang memvisualkan nilai-nilai suci upacara agama Hindu. Lima unsur tersebut adalah Mantra, Tantra, Yantra, Yadnya dan Yoga. Yantra itu berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya alat atau sarana dalam bentuk simbol.
selengkapnya
Siwa Sebagai Pemberi Anugerah: Memaknai Perayaan Sivaratri
kategori: Artikel Baru
Bilamana dibaca beberapa sumber suci agama Hindu, di antaranya Veda, Itihasa, Upanisad, Purana, dan sumber suci lainnya, maka dengan jelas dijarkan bahwa Sang Hyang Siva adalah nama Tuhan dalam agama Hindu yang juga bergelar Brahman. Namun demikian bagi umat Hindu sering juga memberi nama atau gelar yakni Prabhu, Bhagavan, dan kalau di Indonesia maka Beliau digelari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya kalau dibaca lagi secara lebih seksama, misalnya dalam pustaka suci Purana atau Mahapurana, maka ada banyak diajarkan tentang teologi Hindu (Brahma Widya) terutama mengenai Deva Siwa.
selengkapnya